Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Hotel Jababeka, Polisi Sita Ratusan Paket Sabu

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 11x dilihat
Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Hotel Jababeka, Polisi Sita Ratusan Paket Sabu
Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Hotel Jababeka, Polisi Sita Ratusan Paket Sabu

Penangkapan Dua Pengedar Narkoba di Cikarang Selatan

Polisi dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Bekasi berhasil menangkap dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Kedua tersangka tersebut berinisial WG (25) dan MR (24), yang ditangkap saat berada di dalam sebuah hotel di wilayah Jababeka, Cikarang Selatan, pada Kamis (16/10/2025).

Kanit III Satresnarkoba Polrestro Bekasi, Iptu Murtopo Hadi, menjelaskan bahwa saat penangkapan, polisi menyita ratusan barang bukti dari kedua tersangka. Barang bukti tersebut mencakup 144 paket sabu dalam plastik klip bening, puluhan paket sabu lain yang dibungkus lakban berwarna, alat hisap (bong), timbangan digital, handphone, serta dua unit sepeda motor.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Murtopo, penangkapan ini dilakukan setelah pihak kepolisian menerima informasi mengenai peredaran narkoba di Jalan Niaga Raya, Kelurahan Pasir Sari, Cikarang Selatan. Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihak kepolisian langsung bertindak tanpa kendala dan berhasil menangkap WG serta MR.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku menerima sabu dari seseorang bernama Mae. "Pelaku mendapatkan narkotika melalui pengiriman 'tempel' dari akun WhatsApp bernama Mae, namun tidak mengetahui keberadaan pengirim," jelasnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka tersebut. Barang bukti yang disita juga sedang diperiksa di laboratorium forensik. "Sementara proses hukum terhadap kedua bandar terus berjalan," tutup Murtopo.

Kesulitan dalam Menangkap Gembong Narkoba Fredy Pratama

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengakui kesulitan dalam upaya menangkap gembong narkoba internasional asal Indonesia, Fredy Pratama. Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, kesulitan ini disebabkan oleh kebiasaan Fredy Pratama yang sering berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat.

“Kalau enggak ada kendala, sudah kena itu (Fredy Pratama) dari kemarin. Kendala utamanya, yang dikejar lari-lari, pindah-pindah sana-sini,” ujar Eko kepada wartawan di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025).

Eko menegaskan bahwa Polri terus berusaha mempersempit ruang gerak Fredy dengan bekerja sama dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter), Interpol, serta otoritas kepolisian di sejumlah negara. “Hubinter bekerja sama dengan Interpol dan lain-lain, karena orangnya tidak ada di wilayah hukum kita,” kata Eko.

Fredy Pratama diketahui merupakan warga negara Indonesia yang menjadi buronan internasional sejak 2014. Ia diduga mengendalikan jaringan peredaran narkoba lintas negara. Fredy disebut menikah dengan seorang perempuan asal Thailand yang memiliki pengaruh besar di kawasan Segitiga Emas (Golden Triangle) — wilayah yang meliputi Myanmar, China, Laos, dan Thailand. Ia dikenal sebagai salah satu pusat peredaran narkotika dunia.

Keterlibatan Mantan Kaki Tangan Fredy Pratama

Mantan kaki tangan buronan gembong narkoba, Fredy Pratama, masih terlibat dalam peredaran narkoba di beberapa daerah, termasuk Jakarta dan sekitarnya. “Kami sampaikan bahwa jaringan Fredy Pratama merupakan jaringan besar dan berskala internasional,” ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2025).

David menegaskan bahwa dari sejumlah pengungkapan yang dilakukan dan setelah dianalisis masih ditemukan keterkaitan dengan jaringan narkoba Fredy Pratama. “Ini menandakan bahwa beberapa eks kaki tangan Fredy Pratama masih beroperasi dan terus kami telusuri,” tambahnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan