Tante Fadel Menangis Histeris Cari Keponakan di Ledakan SMAN 72 Jakarta

admin.aiotrade 08 Nov 2025 4 menit 13x dilihat
Tante Fadel Menangis Histeris Cari Keponakan di Ledakan SMAN 72 Jakarta
Tante Fadel Menangis Histeris Cari Keponakan di Ledakan SMAN 72 Jakarta

Peristiwa Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Pada Jumat (7/11/2025), suasana di depan gerbang SMAN 72 Jakarta berubah mencekam setelah terjadi ledakan yang mengguncang kawasan sekolah tersebut. Seorang wanita berhijab terlihat menangis mencari keponakannya, Fadel, siswa kelas XII yang disebut-sebut sebagai terduga pelaku ledakan tersebut. Raut wajahnya diselimuti kepanikan.

Wanita itu mengaku sebagai tantenya dan menyatakan bahwa kedua orangtua Fadel sedang berada di luar negeri. Dari penuturannya, ia sengaja datang ke sekolah setelah melihat foto seorang pria yang terkapar dengan beberapa senjata di sekitarnya. Foto tersebut belakangan diketahui sebagai terduga pelaku ledakan yang dikenal dengan inisial FN.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sesampainya di depan gerbang, wanita itu langsung mencari-cari keponakannya. Ternyata, keponakan wanita itu adalah FN, terduga pelaku ledakan yang telah dibawa ke rumah sakit bersama para korban lainnya. Ia terus menangis sambil memanggil nama Fadel dan menjelaskan bahwa dirinya adalah tantenya.

Sosok Pelaku

Sosok pelaku di balik ledakan di SMAN 72 Jakarta diduga merupakan siswa kelas XII sekolah tersebut. Hal ini berdasarkan keterangan ZA, siswa kelas XI SMAN 72 kepada TribunJakarta. ZA mengatakan bahwa terduga pelaku, inisial F, dikenal sebagai sosok yang kerap dibully. Ia selalu terlihat sendiri dengan gaya khasnya, yaitu memakai jas putih.

"Korban dibully di sekolah, dia selalu sendiri ke mana-mana. Terus dia sering pakai jas putih, ya gitu lah," kata ZA.

Motif Balas Dendam

F diduga merakit bom secara mandiri dan diledakkan untuk membalas dendam terhadap para pembullynya. "Kaya pengin balas dendam ke korban-korbannya, kaya pengin ke pembully tapi malah ke semuanya," ujar ZA.

Ledakan Berulang

ZA juga menjelaskan bahwa ledakan bukan hanya sekali, tetapi tiga kali di lokasi berbeda. "Katanya dia tuh ngerakit bomnya sendiri, terus sudah di-timer-in di tiga daerah, yang pertama di musala, kedua di kantin, ketiga di tempat duduk-duduk anak-anaklah," kata ZA.

Ia merasakan langsung ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan itu. Ada tiga kali ledakan di lokasi berbeda, berawal dari musala. Pertama pas saya di musala itu sekali. Pas saya lari-lari mencar gitu ada yang kedua, ada yang ketiga," ujarnya.

Foto Beredar

ZA juga mengonfirmasi bahwa foto yang beredar dengan posisi tergeletak bersimbah darah dengan senjata di dekatnya, adalah terduga pelaku. "Itu terduga pelaku," kata ZA. "Itu dia di sebelah belakang kantin," lanjut kata ZA menjelaskan latar lokasi foto terduga pelaku.

Kronologi Ledakan

Sebelumnya diberitakan, ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025), terjadi saat kegiatan salat Jumat tengah berlangsung dan membuat suasana berubah mencekam. A, siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta, menceritakan bahwa suara ledakan terdengar ketika seluruh jemaah masih dalam posisi duduk berdoa menjelang akhir khotbah.

"Jadi kronologinya itu saat lagi salat, pada masih kotbah kan masih doa, pas mau selesai doa ada yang meledak di belakang. Kondisi pas abis ledakan langsung semua, bau petasan, bau bahan-bahan kimia," ucap A di lokasi.

Ia mengatakan, suara ledakan berasal dari bagian belakang masjid dan disertai bau menyengat seperti bahan kimia. Menurut A, setelah ledakan terjadi, suasana langsung berubah panik. Para siswa dan guru berhamburan keluar masjid untuk menyelamatkan diri.

Beberapa orang terlihat mengalami luka bakar dan segera dibawa ke ruang kesehatan sekolah untuk mendapatkan pertolongan pertama. Ia menyebutkan, jumlah korban luka diperkirakan mencapai belasan orang, terdiri dari siswa dan staf sekolah. Sebagian besar korban merupakan siswa kelas X dan XI yang saat itu mengikuti salat Jumat bersama di masjid sekolah.

"Ada yang kena luka bakar, dibawa ke balai kesehatan. Siswa mungkin 15, staf mungkin ada 5 orang. Itu masih perkiraan. Memang di balai kesehatan semua, rata-rata ada yang udah hancur, ada yang luka ringan," ucapnya.

Setelah ledakan terjadi, para korban pun dievakuasi menggunakan sejumlah ambulans ke beberapa rumah sakit. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera memasang garis polisi dan membantu mengevakuasi para korban. Tak lama setelah itu, tim Gegana Korps Brimob Polri dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara.

Petugas bersenjata lengkap melakukan pemeriksaan di sekitar masjid guna memastikan tidak ada benda mencurigakan lain yang tertinggal. Hingga saat ini, area sekolah masih dijaga ketat oleh aparat gabungan dari Polri dan TNI.

Sebelumnya, sejumlah saksi juga menyebut sempat melihat orang mencurigakan masuk ke masjid sebelum kejadian. Polisi kini masih mendalami laporan tersebut dan mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan