Tanya ke Bank, Utang Suami yang Meninggal Lunas, Gelagat Briptu Rizka Sebelum Brigadir Esco Tewas

admin.aiotrade 30 Sep 2025 3 menit 10x dilihat
Tanya ke Bank, Utang Suami yang Meninggal Lunas, Gelagat Briptu Rizka Sebelum Brigadir Esco Tewas
Featured Image

Gelagat Briptu Rizka Sebelum Kematian Suaminya

Beberapa hari sebelum Brigadir Esco ditemukan tewas, Briptu Rizka menunjukkan tanda-tanda kecemasan yang tidak biasa. Dari informasi yang diperoleh, ia sempat menghubungi pihak bank untuk bertanya apakah utang suaminya akan dianggap lunas jika meninggal dunia. Ini menjadi salah satu indikasi awal yang membuat keluarga dan pengacara semakin curiga terhadap peran istri korban dalam kematian Esco.

Brigadir Esco dinyatakan hilang sejak Selasa (19/8/2025) dan akhirnya ditemukan di belakang rumah, Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat pada Minggu (24/8/2025). Ia ditemukan dalam kondisi wajah hancur, leher terikat tali, dan tubuh membengkak. Polisi kemudian menetapkan Briptu Rizka sebagai tersangka atas kasus tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penolakan Rekonstruksi dan Pertanyaan Motif

Pada Senin (29/9/2025), Briptu Rizka menolak memperagakan rekonstruksi versi penyidik. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang motif kematian Brigadir Esco. Pengacara keluarga, Lalu Anton Hariawan, menyampaikan bahwa penyidik sedang mendalami motif kematian kliennya. Sementara itu, kakek Brigadir Esco, Acim, mengungkap bahwa satu minggu sebelum kejadian, Rizka menelepon bank dan bertanya tentang pelunasan hutang jika suami meninggal.

Menurut Acim, jawaban dari pihak bank menyebutkan bahwa jika peminjam uang meninggal, maka hutang akan dianggap lunas. Informasi ini membuat keluarga semakin mencurigai Rizka. Meski jumlah hutang belum diketahui pasti, mereka melihat angka sekitar Rp 390 juta.

Peran Briptu Rizka dalam Penyelidikan

Pengacara Briptu Rizka, Lalu Armayadi, menjelaskan bahwa kliennya tidak langsung melapor polisi saat mengetahui kematian suaminya. Menurutnya, Rizka terlalu syok dan tidak bisa berpikir jernih. Ayah korban yang lebih dulu melaporkan kejadian tersebut. Lalu Armayadi juga menekankan bahwa Rizka telah melakukan pencarian secara maksimal tanpa melibatkan pihak kepolisian.

Ia menjelaskan bahwa Rizka memilih mencari suaminya sendiri karena tak ingin kejadian tersebut menimbulkan masalah hukum bagi suaminya. “Karena mereka adalah pasangan suami istri, dia tidak ingin ada masalah,” kata Lalu Armayadi.

Adegan Rekonstruksi dan Bukt-bukti Fisik

Dalam rekonstruksi yang digelar oleh Polres Lombok Barat, Briptu Rizka terlihat memeragakan sejumlah adegan di dalam rumah. Diperlihatkan bahwa korban sempat dipukul di bagian kepala menggunakan benda tumpul. Kuasa hukum keluarga, Lalu Anton Heriawan, menyebutkan adanya luka sayatan di wajah dan tangan korban, yang diduga sebagai bentuk pembelaan diri.

Anton menilai bahwa ada kemungkinan tersangka lain yang terlibat dalam pembunuhan ini. Proses rekonstruksi turut melibatkan saksi ahli, termasuk dokter forensik dan tim Inafis, untuk menjelaskan mekanisme kematian korban.

Penolakan Tersangka dan Kooperatifnya

Meski Briptu Rizka menolak memperagakan adegan pembawaan mayat ke kebun belakang rumah, ia tetap bersikap kooperatif selama proses rekonstruksi. Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, menyatakan bahwa penolakan tersebut adalah hak tersangka. Pihak kepolisian tetap akan melanjutkan rekonstruksi dengan menggunakan peran pengganti.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Catur Erwin Setiawan, mengatakan bahwa penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk dua sosok yang disebut sebagai "Mr X". Saat ini, tersangka hanya satu orang, namun proses penyelidikan masih berlangsung.

Kesimpulan

Kasus kematian Brigadir Esco terus menjadi perhatian publik. Dari berbagai indikasi dan fakta yang muncul, mulai dari pertanyaan tentang utang hingga penolakan rekonstruksi, semakin memperkuat dugaan bahwa Briptu Rizka memiliki peran penting dalam kejadian ini. Penyidik dan pihak keluarga terus bekerja sama untuk mengungkap kebenaran di balik kematian tragis ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan