
Penyertaan Modal Danantara untuk Garuda Indonesia
Sejumlah analis menilai bahwa aksi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam menginjeksi dana ke PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan. Hal ini juga direspons oleh pasar, yang melihat kenaikan harga saham Garuda Indonesia sebesar 4,85% atau 5 poin menjadi level 108 pada perdagangan kemarin, setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) merestui rencana penyertaan modal tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sentimen Positif dari Penyertaan Modal
Menurut Muhammad Wafi, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia, penyertaan modal dari Danantara kepada Garuda Indonesia merupakan sentimen besar yang dapat memperkuat modal dan likuiditas perseroan. Dengan demikian, risiko gagal bayar perusahaan semakin berkurang. Ia menambahkan bahwa langkah ini memberi ruang bagi Garuda Indonesia dalam melakukan restrukturisasi rute, renewal armada pesawat, serta efisiensi biaya.
Namun, Wafi juga menyoroti bahwa kondisi operasional Garuda Indonesia masih cukup berat. Beberapa faktor seperti tingginya biaya operasional, dominasi biaya berbasis dolar AS, serta beban sewa pesawat tetap menjadi tantangan. Oleh karena itu, proses pemulihan perusahaan tidak akan terjadi secepat turnaround perusahaan BUMN lainnya beberapa waktu lalu.
Target Harga Saham GIAA
Wafi menetapkan target harga saham GIAA di level Rp 120 per saham. Sementara itu, Ivan Rosanova dari BinaArtha Sekuritas menyematkan target harga lebih tinggi, yaitu Rp 172 per saham. Menurut Ivan, target tersebut akan tercapai jika saham GIAA mampu bertahan di atas level 96.
Di sisi lain, Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menyebut bahwa saat ini GIAA sedang masuk papan pantauan khusus atau Full Call Auction (FCA). Karena itu, ia menetapkan target yang lebih rendah, yakni berpeluang menguji level 115-119 sebagai target terdekat.
Rincian Penyertaan Modal
Penyertaan modal dari Danantara dilakukan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp 23,67 triliun. Dana tersebut disuntikkan dengan dua skema, yaitu setoran modal tunai sebesar Rp 17,02 triliun dan konversi utang pinjaman pemegang saham sebesar Rp 6,65 triliun.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyampaikan bahwa persetujuan pemegang saham terhadap penyertaan modal ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan pemulihan dan transformasi perseroan. Ia menilai dukungan dari Danantara mencerminkan kepercayaan terhadap arah strategis dan visi jangka panjang perusahaan dalam mewujudkan maskapai nasional yang sehat, tangguh, dan berkelas dunia.
Alokasi Dana dan Manfaat Jangka Panjang
Glenny menjelaskan bahwa sekitar Rp8,7 triliun atau 37% dari total suntikan modal akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja GIAA, termasuk pemeliharaan dan perawatan pesawat. Sementara itu, sekitar Rp14,9 triliun atau 63% akan digunakan untuk mendukung operasional Citilink, termasuk modal kerja dan pelunasan kewajiban pembelian bahan bakar kepada Pertamina periode 2019-2021.
Penyertaan modal akan dilakukan melalui penerbitan 315,61 miliar lembar saham Seri D dengan harga pelaksanaan Rp75 per lembar saham, sebagaimana telah disetujui dalam RUPSLB. Angka ini juga memastikan keberlanjutan pencatatan saham GIAA di Bursa Efek Indonesia (BEI), serta memperkuat posisi keuangan perusahaan untuk mendukung akselerasi transformasi jangka panjang.