
Persiapan Gudang untuk Menyimpan Stok Beras
Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan tambahan gudang filial dengan kapasitas total sebesar 942 ribu ton. Kapasitas ini ditujukan untuk menyimpan beras yang diserap selama panen raya tahun 2025. Ia menjelaskan bahwa gudang-gudang tersebut sudah dalam kondisi siap pakai dan telah melalui proses pengecekan serta memenuhi spesifikasi yang ditetapkan oleh Bulog.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kesiapan gudang sebanyak 942 ribu ton sudah dicek dan yakin sesuai dengan standar Bulog,” ujar dia saat berada di kantor Kementerian Koordinator Pangan, Senin, 29 Desember 2025. Penyewaan gudang ini dilakukan sambil menunggu pembangunan 100 gudang baru oleh Bulog. Proyek pembangunan ratusan gudang baru senilai Rp 5 triliun bertujuan untuk menghindari hambatan dalam menyerap gabah dan jagung.
Ahmad menyebutkan bahwa Bulog masih melakukan survei terhadap gudang lainnya yang bisa disewa. Ia juga menceritakan bahwa sehari sebelumnya, pihaknya menerima informasi tentang adanya gudang tambahan dengan kapasitas penyimpanan beras sebesar 600 ribu ton. Meskipun demikian, sebelum gudang tersebut disewa, Bulog akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Jika gudang filial tersebut disetujui, maka Bulog masih perlu mencari sisa kapasitas gudang sekitar 500 ribu ton agar dapat mencapai target penyerapan sebesar 2 juta ton beras pada panen raya 2026. Ahmad memperkirakan bahwa Bulog akan menyerap sebanyak 2 juta ton gabah/beras dari panen raya pada Januari 2026. “Prediksi saya nanti di awal Januari ini sudah tembus, kita stoknya minimal 2 juta ton untuk mengantisipasi panen di Maret nanti,” kata dia.
Target Cadangan Beras Tahun Depan
Untuk tahun depan, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menargetkan cadangan beras pemerintah naik menjadi 4 juta ton pada 2026. Pernyataan ini disampaikan Zulkifli setelah rapat penetapan cadangan pangan pemerintah 2026. Ada beberapa faktor yang membuat pemerintah optimistis menaikkan target serapan beras.
Pertama, Zulhas—sapaan akrabnya—memperkirakan produksi beras pada 2026 akan lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Bahkan, ia memprediksi musim panen raya bisa berlangsung lebih awal dari biasanya, yaitu pada Februari, Maret, April, dan Mei. “Mungkin Februari sudah panen raya,” ujar politikus Partai Amanat Nasional itu.
Direktur Bulog Ahmad Rizal mengatakan bahwa perusahaannya akan menjalankan tugas menyerap 4 juta ton beras sepanjang tahun 2026 setelah pemerintah menerbitkan instruksi presiden. Dengan persiapan yang matang dan rencana yang jelas, Bulog berkomitmen untuk memastikan pasokan beras tetap stabil dan cukup untuk kebutuhan masyarakat.