Target Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung 2026 Capai 5 Persen, Ini Pandangan Akademisi UBB

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 10x dilihat
Target Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung 2026 Capai 5 Persen, Ini Pandangan Akademisi UBB
Target Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung 2026 Capai 5 Persen, Ini Pandangan Akademisi UBB

Target Pertumbuhan Ekonomi Babel Tahun 2026 Lebih dari 5 Persen

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menetapkan target pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2026 sebesar lebih dari 5 persen. Untuk mencapai angka tersebut, diperlukan langkah-langkah serius dan strategis agar hasil yang dicapai sesuai dengan harapan.

Topik ini dibahas secara mendalam dalam program Dialog Ruang Tengah Bangka Pos yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Bangka Pos Group Ade Mayasanto. Sebagai narasumber, hadir dua akademisi bidang Ekonomi, yaitu Rektor Universitas Pertiba Suhardi dan Wakil Rektor Bidang Akademi dan Kemahasiswaan Universitas Bangka Belitung (UBB) Devi Valeriani.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kondisi Ekonomi Babel Saat Ini

Rektor Universitas Pertiba Suhardi menjelaskan bahwa sejak memisahkan diri dari Provinsi Sumatera Selatan 25 tahun lalu, Babel masih belum bisa lepas dari ekonomi ekstraktif. Pertumbuhan ekonomi saat ini masih terus didukung oleh kenaikan harga komoditas timah di pasar.

"Kita tidak bisa tidak bersyukur atas hal ini, tapi ini menunjukkan bahwa sektor penggalian masih menjadi primadona. Kita belum bisa beralih sepenuhnya," ujarnya.

Suhardi menekankan bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen, tidak cukup hanya mengandalkan sektor ekstraktif. Ia menyarankan agar sektor-sektor lain juga dikembangkan agar tidak terlalu bergantung pada sumber daya alam, khususnya komoditas timah.

"Jadi, ini tidak bisa hanya di topang oleh satu sektor, tapi sektor-sektor yang lain juga harus ditumbuh kembangkan. Jika kita menargetkan sesuatu, kita bisa menghitung itu dari setiap sektor penopangnya," jelasnya.

Tekanan Keuangan Pemerintah Daerah

Selain itu, kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mengalami tekanan akibat efisiensi, terutama rencana pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) di 2026 mendatang oleh pemerintah pusat.

"Kabar baiknya, walaupun kita belum bisa meninggalkan timah, kita sudah harus membuat semacam plan yang tidak bisa ditawar lagi seperti apa ke depan. Misalnya sektor kelautan seperti apa, hilirisasi seperti apa, kalau itu terukur kita bisa memacu beberapa aspek yang dibutuhkan tadi," paparnya.

Potensi Blue Economy di Babel

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademi dan Kemahasiswaan Universitas Bangka Belitung (UBB) Devi Valeriani memiliki pandangan bahwa target pertumbuhan ekonomi 5 persen Babel tahun 2026 dapat diwujudkan melalui penerapan Blue Economy. Ia menyatakan bahwa Babel memiliki potensi besar dalam menjalankan Blue Economy karena memiliki wilayah geografis berbentuk kepulauan.

"Bahkan di RPJMD Provinsi, sudah mematok Blue Economy ini sebagai arah fokus pembangunan. Harapannya semua itu didukung oleh sektor-sektor yang lain, sehingga meskipun tidak hilang sepenuhnya, ketergantungan pada pertambangan tidak terlalu tinggi," ujarnya.

Menurutnya, rencana ini harus benar-benar dilaksanakan dengan menghadirkan hilirisasi selain pengolahan timah yang selama ini menjadi tumpuan utama sektor pengolahan.

"Ke depan kita harus sudah memikirkan bagaimana melakukan hilirisasi teknologi untuk sumber-sumber lain, sebenarnya banyak potensi kita. Seperti bahan-bahan pengolahan ikan, kita kembali lagi ke pertanian, perkebunan, hanya saja mungkin masyarakat kita mindsetnya masih pertambangan," tuturnya.

Kesimpulan

Dari diskusi tersebut, terlihat bahwa Babel perlu melakukan transformasi ekonomi dengan mengembangkan sektor-sektor baru, termasuk Blue Economy, agar tidak terlalu bergantung pada komoditas timah. Dengan langkah-langkah strategis dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, target pertumbuhan ekonomi 5 persen pada tahun 2026 dapat tercapai.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan