Target Triple B Tuntaskan Akuisisi Harta Djaya di Awal 2026

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Target Triple B Tuntaskan Akuisisi Harta Djaya di Awal 2026

Proses Pengambilalihan PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) oleh Triple B

Proses pengambilalihan PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) oleh pihak Triple B diperkirakan akan berlangsung selama sekitar dua bulan. Dengan demikian, proses akuisisi diharapkan selesai pada awal 2026.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto, dalam surat penjelasannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikeluarkan pada 4 November 2025, menjelaskan bahwa saat ini proses masih berada pada tahap uji tuntas (due diligence). Tahap ini ditargetkan selesai pada akhir November 2025.

“Proses uji tuntas mencakup aspek legal, keuangan, dan operasional, dan diharapkan seluruhnya dapat diselesaikan pada akhir bulan ini,” ujar Richie.

Setelah uji tuntas selesai, akan dilanjutkan dengan proses negosiasi antara pihak-pihak terkait untuk membahas temuan, solusi, dan kesepakatan atas pembayaran saham. Tahap ini diperkirakan selesai pada akhir Desember 2025.

Pada tahap akhir, meliputi proses pembayaran saham, termasuk penandatanganan perjanjian jual beli saham, penetapan jadwal pembayaran, serta pengaturan teknis lainnya. Seluruh rangkaian tersebut ditargetkan tuntas pada akhir Januari 2026.

“Langkah pengambilalihan ini diharapkan dapat memperkuat struktur kepemilikan dan arah strategis MEJA ke depan, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan di pasar modal,” jelas Richie.

Sejarah dan Perkembangan MEJA

Sebagai informasi, PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah melakukan IPO pada 12 Februari 2024.

Emiten berkode saham MEJA itu melepas sebanyak-banyaknya 480 juta saham atau setara 25,03% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Pada masa itu, MEJA menetapkan harga IPO senilai Rp103 per lembar. Alhasil, MEJA meraup dana segar sebesar Rp49,44 miliar.

Pada awal pendirian, MEJA memiliki usaha di bidang pembangunan sebagai pemborong pekerjaan bangunan, jasa konsultan desain interior, dan perdagangan furnitur sejak 2012. Hal ini bermula ketika perseroan berdiri dan membuka workshop di Sawangan, Depok, Jawa Barat dengan luas mencapai 600 meter persegi.

Titik tolak perkembangan MEJA bermula saat diberi kesempatan untuk menjadi vendor di berbagai Instansi seperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Kepolisian Republik Indonesia, dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Pada 2021, perseroan terpilih menjadi salah satu kontraktor di Proyek Revitalisasi Taman Ismail Marzuki. Sementara itu, tahun berikutnya, perseroan mendapatkan proyek pengerjaan interior untuk BUMN Bank Mandiri dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI).

Fokus Bisnis MEJA Saat Ini

Hingga saat ini, perseroan memiliki fokus dalam tiga segmen bisnis, yakni:

  • Konsultasi desain
  • Pelaksana konstruksi interior
  • Pabrikasi furnitur

Ketiga segmen bisnis ini menjadi tulang punggung keberlanjutan dan pertumbuhan MEJA dalam industri konstruksi dan interior. Dengan pengambilalihan oleh Triple B, diharapkan MEJA dapat lebih memperkuat posisinya di pasar dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan