
aiotrade, JAKARTA - Senat Amerika Serikat (AS) sedang bergerak menuju pemungutan suara untuk mengakhiri penutupan pemerintahan yang telah berlangsung selama 40 hari. Penutupan ini menyebabkan tekanan ekonomi dan gangguan layanan publik yang semakin parah.
Menurut laporan Reuters, para senator diperkirakan akan melakukan pemungutan suara pada malam hari tanggal 9 November 2025, waktu setempat, untuk meloloskan rancangan undang-undang yang sebelumnya disetujui oleh DPR. RUU ini mencakup amandemen pendanaan jangka pendek hingga Januari 2026 serta tiga paket anggaran tahunan penuh.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Beberapa sumber mengatakan bahwa sedikitnya delapan senator dari Partai Demokrat diperkirakan akan mendukung langkah tersebut. Angka ini cukup untuk melewati RUU di Senat yang dikuasai oleh Partai Republik. Namun, rancangan ini masih harus disahkan kembali oleh DPR dan kemudian dikirim kepada Presiden Donald Trump untuk ditandatangani. Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa hari.
Sebagai bagian dari kesepakatan dengan beberapa anggota Partai Demokrat, Partai Republik akan menyetujui pemungutan suara pada Desember mendatang terkait perpanjangan subsidi dalam program Affordable Care Act (ACA) atau Obamacare. Isu ini menjadi prioritas utama bagi Partai Demokrat dalam perundingan anggaran.
Kesepakatan ini juga mencakup pembatalan sebagian besar kebijakan pemutusan hubungan kerja massal terhadap pegawai federal selama shutdown, serta pendanaan program bantuan pangan Supplemental Nutrition Assistance Program (SNAP) selama satu tahun.
Menurut sumber yang mengetahui proses negosiasi, kesepakatan ini dirancang oleh dua senator Demokrat asal New Hampshire, Maggie Hassan dan Jeanne Shaheen, bersama senator independen dari Maine, Angus King. Namun, pemimpin minoritas senat Chuck Schumer menegaskan tidak akan mendukung langkah tersebut.
Shutdown yang memasuki hari ke-40 telah melumpuhkan sejumlah layanan publik, termasuk taman nasional dan bantuan pangan. Kekurangan petugas pengatur lalu lintas udara mengancam kelancaran perjalanan selama libur Thanksgiving pada akhir November ini.
Senator Partai Republik asal North Carolina Thom Tillis menyebut dampak ekonomi dan sosial yang kian terasa telah mendorong Senat untuk mencapai kesepakatan. “Suhu mulai mendingin, tekanan meningkat, dan tiba-tiba tampaknya semuanya mulai bergerak ke arah yang sama,” ujarnya kepada wartawan.
Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, memperingatkan dalam wawancara di CBS bahwa jika shutdown berlangsung lebih lama dan lalu lintas udara belum kembali normal saat Thanksgiving pada 27 November, pertumbuhan ekonomi kuartal IV bisa berbalik negatif.
Trump Kembali Soroti Subsidi Obamacare
Di tengah perundingan di Kongres, Presiden Donald Trump kembali menekan agar subsidi untuk pasar asuransi kesehatan Affordable Care Act digantikan dengan pembayaran langsung kepada individu.
Subsidi tersebut telah membantu menggandakan jumlah peserta Obamacare menjadi 24 juta orang sejak 2021 dan kini menjadi pusat sengketa dalam kebuntuan anggaran.
Melalui akun Truth Social, Trump menilai subsidi ACA sebagai keuntungan besar bagi perusahaan asuransi dan bencana bagi rakyat Amerika, sambil menuntut agar dana tersebut disalurkan langsung ke masyarakat untuk membeli asuransi secara mandiri.
“Saya siap bekerja sama dengan kedua partai untuk menyelesaikan masalah ini setelah pemerintahan dibuka kembali,” tulis Trump.
Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Senator Lindsey Graham, sekutu dekat Trump, menegaskan dalam wawancara televisi terpisah bahwa usulan tersebut tidak akan diajukan sebelum Kongres menyetujui pendanaan federal.
“Kami tidak akan menegosiasikan isu itu dengan Demokrat sampai pemerintahan dibuka kembali,” kata Bessent di acara This Week di ABC.
Menurut pakar kesehatan, warga AS yang membeli paket asuransi kesehatan untuk 2026 melalui Obamacare berpotensi menghadapi kenaikan premi lebih dari dua kali lipat, seiring berakhirnya subsidi era pandemi pada akhir tahun ini.
Partai Republik sebelumnya menolak usulan Schumer untuk membuka kembali pemerintahan dengan imbalan perpanjangan kredit pajak satu tahun bagi peserta Obamacare.
Senator Demokrat Adam Schiff menilai rencana Trump sebenarnya bertujuan melemahkan ACA dan membuka peluang bagi perusahaan asuransi untuk menolak peserta dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Perusahaan asuransi yang dia kritik justru akan mendapat kekuasaan lebih besar untuk membatalkan polis orang dan menolak mereka yang punya riwayat penyakit,” ujar Schiff.