
Perpanjangan Masa Pembayaran Utang Kereta Cepat Jakarta Bandung
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan bahwa pemerintah dan China telah sepakat untuk merestrukturisasi pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh. Skema baru ini akan memperpanjang masa pembayaran utang hingga 60 tahun, sehingga beban keuangan proyek menjadi lebih ringan.
Reaksi terhadap pengumuman tersebut datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menunjukkan sikap positif terhadap keputusan tersebut. Dalam sebuah video yang diunggah oleh Kompas.com, Sabtu (25/10/2025), Purbaya mengatakan:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Bagus, saya ga ikut, kan,"
"Top!"
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak diajak dalam negosiasi utang Whoosh dengan China. "Tidak, paling hanya menyaksikan saja," ujarnya. Ia menilai bahwa jika pihak lain sudah menyelesaikan masalah, itu adalah hal yang baik. "Kalau mereka sudah putus kan bagus, top," tambahnya sambil mengacungkan jempol.
Purbaya juga menyatakan bahwa ia berusaha untuk tidak terlibat dalam tim restrukturisasi utang. "Saya sebisa mungkin nggak ikut," katanya. Menurutnya, sebaiknya mereka menyelesaikan masalah secara bisnis. "Biar aja mereka selesaikan bisnis to bisnis," pungkasnya.
Utang Whoosh Dicicil Selama 60 Tahun
Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (Whoosh) kini memiliki skema pembayaran utang yang lebih fleksibel. Indonesia dan China telah sepakat untuk memperpanjang tenor pembayaran hingga 60 tahun. Hal ini akan membuat kewajiban tahunan menjadi lebih rendah.
Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa perpanjangan waktu ini akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah. "Jadi kita misalnya (bayar) Rp 2 triliun kira-kira satu tahun, dan kemudian penerimaan (dari operasional) Rp 1,5 triliun," ujarnya.
Chief Operation Officer (COO) Danantara Dony Oskaria juga memberikan respons atas kabar ini. Ia menyatakan bahwa akan ada tim tersendiri yang menangani proses restrukturisasi tersebut, termasuk melibatkan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan. "Nanti kan ada tim, nanti dengan Pak Luhut. Kalau kami (Danantara) kan lebih kepada korporasi ya. Kita terus bernegosiasi," kata Dony Oskaria.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi kepada masyarakat agar tidak khawatir. "Yang perlu dikomunikasikan kepada masyarakat, enggak usah khawatir, bahwa Whoosh ini kan memberikan manfaat banyak. Memberikan manfaat terutama sekali transportasi," tegasnya.
Manfaat dan Kualitas Layanan Whoosh
Dalam sehari, Whoosh diklaim melayani antara 20.000 hingga 30.000 penumpang. Kualitas pelayanan akan terus ditingkatkan ke depannya. Dony Oskaria menegaskan bahwa penyelesaian keuangan adalah salah satu opsi, tetapi yang terpenting adalah menjaga operasional kereta cepat.
"Sehingga tidak khawatir dalam proses operasional. Karena EBITDA-nya juga positif KCIC. Itu tinggal masalah utang pembangunan yang lalu. Yang ini tentu ada opsi. Kita pastikan tentu ini opsi yang terbaik," tambahnya.
Proses Restrukturisasi yang Dilakukan
Tim yang dibentuk akan fokus pada penyelesaian utang yang telah dibebankan selama pembangunan. Meskipun ada tantangan, pihak Danantara tetap optimis bahwa semua masalah dapat diselesaikan dengan baik. Dony Oskaria menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil adalah yang terbaik untuk keberlanjutan proyek ini.