Tebing Muktisari Ciamis Longsor, Saluran Air Tertutup Material Tanah dan Batu

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Tebing Muktisari Ciamis Longsor, Saluran Air Tertutup Material Tanah dan Batu
Tebing Muktisari Ciamis Longsor, Saluran Air Tertutup Material Tanah dan Batu

Bencana Longsor di Dusun Buniasih, Ciamis

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, sejak Jumat (7/11/2025) sore, menyebabkan tebing di Dusun Buniasih RT 03 RW 12, Desa Muktisari, longsor. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.40 WIB dan sempat membuat warga sekitar panik karena suara gemuruh dari arah tebing.

Menurut laporan dari Kasi Pemerintahan Desa Muktisari, Anang Mulyana, hujan sudah mulai turun sejak pukul 16.00 WIB dengan intensitas tinggi. Sekitar tiga jam kemudian, tebing dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 7 meter tiba-tiba ambrol terbawa air hujan. Material tanah dan batu menutup saluran air yang mengalir ke daerah Nangka Sarang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Begitu hujan deras turun terus-menerus, tanah di bagian tebing mulai labil. Sekitar jam setengah delapan malam, tiba-tiba terdengar suara seperti gemuruh. Ternyata tebingnya sudah ambruk,” ungkap Anang saat dihubungi, Sabtu (8/11/2025).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dampak material cukup terasa. Saluran air utama warga tertutup sementara akibat timbunan tanah, lumpur, dan batu. Pemerintah desa memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp75 juta, termasuk potensi kerusakan pada lahan sekitar dan infrastruktur saluran air.

Setelah kejadian, warga bersama perangkat desa langsung bergerak melakukan pembersihan secara gotong royong. Mereka menggunakan alat seadanya untuk menyingkirkan material longsoran agar air bisa kembali mengalir. “Kami bersama masyarakat langsung turun malam itu juga. Sekarang sedang dilanjutkan pembersihan. Untuk penanganan awal, kami membutuhkan karung-karung untuk menahan tanah agar tidak longsor lagi,” tambah Anang.

Penanganan oleh BPBD Kabupaten Ciamis

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa tim BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan situasi aman serta menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi longsor susulan.

“Kondisi tanah di beberapa titik di wilayah Cipaku memang cukup labil, apalagi saat curah hujan tinggi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar tebing atau bantaran sungai,” ujar Ani.

Hingga Sabtu pagi, pembersihan material longsor masih berlangsung. Pemerintah desa bersama warga berharap penanganan segera rampung agar saluran air dapat berfungsi kembali seperti semula.

Potensi Bencana di Wilayah Ciamis

Peristiwa ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang terjadi di Ciamis dalam sepekan terakhir, menyusul hujan deras yang hampir merata di wilayah selatan Kabupaten Ciamis. Pemerintah daerah pun terus mengingatkan warga agar waspada terhadap potensi bencana serupa, terutama di wilayah dengan kontur tanah curam dan mudah tergerus air.

Langkah-Langkah Pencegahan Bencana

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain:

  • Memantau cuaca secara berkala dan mengikuti informasi dari instansi terkait.
  • Menghindari area yang rentan longsor, terutama saat hujan deras.
  • Menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air, agar tidak tersumbat.
  • Melakukan penguatan tanah dengan tanaman penahan erosi.

Dengan kesadaran dan kesiapsiagaan yang tinggi, masyarakat dapat mengurangi risiko bencana dan melindungi diri serta lingkungan sekitar mereka.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan