Teka-Teki CCTV Lokasi Timothy, Polisi Sebut Rusak, Unud Bantah: Berfungsi Baik

admin.aiotrade 20 Okt 2025 5 menit 15x dilihat
Teka-Teki CCTV Lokasi Timothy, Polisi Sebut Rusak, Unud Bantah: Berfungsi Baik

Perbedaan Pernyataan antara Polisi dan Universitas Udayana terkait Kamera CCTV di Gedung FISIP

Ada perbedaan informasi yang disampaikan oleh pihak kepolisian dan Universitas Udayana (Unud) mengenai kondisi kamera pengawas (CCTV) di lantai empat Gedung FISIP Unud. Lokasi ini diduga menjadi tempat mahasiswa Sosiologi, Timothy Anugerah Saputra, mengakhiri hidupnya pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa kamera CCTV di lantai tersebut sudah tidak berfungsi sejak dua tahun lalu. Informasi ini disampaikan oleh Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak kampus, CCTV di lantai empat telah mengalami kerusakan sejak tahun 2023.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Memang di lantai empat, ada CCTV tapi CCTV-nya rusak. Kami sudah koordinasi dengan pihak kampus juga. Itu kerusakan CCTV di lantai empat itu dari sekitar tahun 2023,” ujar Kompol Laksmi dalam pernyataannya.

Namun, pernyataan tersebut dibantah langsung oleh pihak Universitas Udayana. Melalui konferensi pers yang digelar pada hari yang sama, Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Dewi Pascarini, menyatakan bahwa seluruh CCTV di Gedung FISIP, termasuk yang berada di lantai empat, berfungsi dengan baik.

Bahkan, menurut Dewi, pihak kampus baru saja memeriksa rekaman dari kamera tersebut. “Kami tadi baru saja sudah membuka rekaman CCTV-nya. Jadi tidak ada yang rusak,” tegas Dewi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun kamera CCTV aktif, tidak semua area terjangkau secara menyeluruh. Beberapa sudut gedung, termasuk lokasi tertentu di lantai empat, berada dalam titik buta atau blind spot, sehingga tidak tertangkap oleh kamera.

“CCTV kami bisa berfungsi dengan baik. Namun ada blind spot yang tidak bisa menangkap kejadian secara utuh,” jelasnya.

Dewi juga mengonfirmasi bahwa sosok almarhum sempat terekam saat berjalan di lorong. Namun setelah itu, pergerakan Timothy tidak lagi terpantau kamera. “Bahwa almarhum tertangkap kamera CCTV berjalan di lorong, itu ada. Tapi setelah itu, (gerak-gerik Timothy) tidak tertangkap lagi CCTV dan ini sudah dilakukan pengecekan bersama dengan pihak kepolisian,” tambahnya.

Kronologi Kejadian

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi mengungkapkan kronologi Timothy yang diduga mengakhiri hidup pada Rabu lalu. Dia mengatakan adanya saksi yang melihat gerak-gerik Timothy ketika keluar dari lift lantai empat gedung FISIP Unud.

Saksi, kata Laksmi, melihat Timothy duduk di sebuah kursi. Adapun kursi tersebut menjadi tempat ditemukannya tas dan sepatu milik korban. Dia mengungkapkan saksi tidak menghiraukan gerak-gerik Timothy karena tidak saling mengenal.

“Jadi ada tiga orang saksi yang melihat itu. Karena tidak saling kenal, jadi dibiarkan saja atau tidak terlalu menghiraukan dari korban,” ujarnya.

“Kemudian tiga orang saksi ini melanjutkan pembicaraan mereka bertiga, tidak berapa lama sekitar 10-15 menit, ada saksi yang menoleh ke arah tempat korban duduk terakhir, itu ada sepatu yang dilihat,” sambung Laksmi.

Laksmi juga menyampaikan adanya saksi yang melihat Timothy tengah melepas sepatu yang dikenakan. Namun, saksi tersebut tidak menghiraukannya dan langsung masuk ke ruangan kelas.

“Setelah keluar lagi, (saksi melihat) korban tidak ada lagi di sana,” jelasnya.

Laksmi turut menegaskan, ketika Timothy melompat, tidak ada saksi yang melihatnya.

Motif Timothy Mengakhiri Hidup

Terkait pemicu Timothy diduga mengakhiri hidup lantaran adanya perundungan atau bullying, Laksmi mengatakan masih dalam proses penyelidikan. Namun, berdasarkan pemeriksaan terhadap para saksi, tidak disebutkan bahwa mendiang mengalami bullying semasa hidupnya.

“Kemudian terkait masalah pembuktian apakah mungkin unsur perundungan atau bullying terhadap korban sehingga mengakibatkan korban bunuh diri, itu masih proses penyelidikan dari kami.”

“Dari saksi-saksi yang sudah kami mintai keterangan, baik itu dari pihak dosen, teman-teman satu angkatan dan satu kelas korban, bahkan sahabat dari korban tadi malam sudah kami mintai keterangan, tidak ada menyebutkan atau mengetahui perundungan yang dialami oleh korban,” beber Laksmi.

Laksmi mengatakan penyelidikan demi mengungkap pemicu Timothy mengakhiri hidup terhalang izin dari ibu korban untuk melakukan pengecekan ponsel milik Timothy. Namun, dia turut menegaskan langkah yang diambil ibu Timothy tetap dihormati.

Hanya saja, Laksmi berharap agar ayah Timothy, Lukas Triana Putra, bisa membujuk istrinya agar polisi bisa membuka ponsel korban demi mengetahui riwayat komunikasi.

Pasalnya, kata Laksmi, alasan Lukas melapor ke polisi karena ingin mengetahui benar atau tidaknya Timothy mengalami bullying selama berkuliah di Unud.

“Saya sudah sampaikan ke ayah korban, mungkin bisa dibuka komunikasi ke ibu korban untuk dibicarakan (polisi diperbolehkan untuk membuka ponsel Timothy),” katanya.

Motif Timothy Akhiri Hidup Bukan karena Bullying dan Tekanan Skripsi

Di sisi lain, motif Timothy mengakhiri hidup belum terungkap hingga saat ini. Namun, Laksmi membantah bahwa korban bunuh diri karena mengalami perundungan atau bullying semasa hidupnya. Dia menuturkan Timothy dipastikan tidak mungkin mengalami bullying karena merupakan sosok cerdas dan tegas.

“Jadi rekan-rekan itu segan, malahan. Kemudian kalau untuk menjadi korban pembullyan, itu dari teman-temannya pun merasa itu sangat kecil sekali kemungkinannya terjadi.”

“Karena korban ini orang yang berprinsip sekali. Jadi bukan tipe-tipe yang seperti akan gampang dibully seperti itu. Itu pengakuan dari beberapa saksi yang kami minta keterangan,” kata Laksmi, dikutip dari Kompas.com.

Pihak Unud turut buka suara terkait motif Timothy yang mengakhiri hidup karena tekanan dalam mengerjakan skripsi. Dewi pun membantah narasi tersebut karena proses skripsi yang ditempuh Timothy belum lama dilakukan. Adapun hal ini diketahui dari keterangan dosen pembimbing skripsi Timothy.

“Bahkan, sambungnya, dosen pembimbing skripsi juga selalu mengakomodir topik skripsi yang diajukan oleh Timothy. Tidak ada catatan ataupun keluhan almarhum selama proses bimbingan kepada pembimbing skripsinya,” tuturnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan