Teka-teki Pencurian Rp 180 Juta di Brankas SMP Ponorogo, CCTV Mati dan Pintu Tidak Rusak

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Teka-teki Pencurian Rp 180 Juta di Brankas SMP Ponorogo, CCTV Mati dan Pintu Tidak Rusak


PONOROGO, aiotrade – Kepolisian Resor Ponorogo melakukan olah TKP terkait kasus pencurian uang sebesar Rp 180 juta di SMPN 1 Pulung yang berada di Desa Pulung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali menyampaikan bahwa dari hasil olah TKP, tidak ditemukan adanya kerusakan pada pintu maupun jendela ruang kepala sekolah. Yang mengalami kerusakan hanya brankasnya saja.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Brankas terlihat seperti dipalu atau ada cara lain yang digunakan untuk membukanya,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (16/12/2025).

Lokasi brankas juga tidak berpindah jauh. Hanya bergeser sekitar 1,5 meter dari posisi awal.

Polisi tidak menemukan bukti rekaman kamera Closed-Circuit Television (CCTV) di sekolah karena kamera tersebut rusak.

Pihak sekolah masih membuka brankas pada Kamis (11/12/2025), dan uang masih berada di dalam brankas.

“Jumat pihak sekolah tidak membuka. Sabtu dan Minggu ditinggal ke luar kota untuk study tour. CCTV sementara nihil. CCTV-nya rusak sejak 6 bulan lalu,” kata Imam.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Farida Nuraini, menjelaskan bahwa uang Rp 180 juta di brankas yang hilang merupakan uang komite sekolah yang berasal dari sumbangan wali murid dan dana sosial.

“Dari total Rp 180 juta, sejumlah Rp 14 juta merupakan dana sosial untuk keperluan seperti guru sakit, guru meninggal. Juga untuk orangtua atau siswa yang sakit atau meninggal serta kegiatan lingkungan sekolah dan desa. Sisanya merupakan uang komite kontribusi wali murid dan dana sosial,” katanya.

Sebelumnya, SMPN 1 Pulung di Desa Pulung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, diobok-obok oleh maling. Uang tunai sejumlah Rp 180 juta yang tersimpan di dalam brankas raib dibawa kabur.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah pada Senin pagi ketika membuka ruang kepala sekolah. Penjaga menemukan brankas dalam kondisi terbuka dan mengalami kerusakan.

Proses Penyelidikan dan Tindakan yang Dilakukan

Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung turun tangan untuk melakukan penyelidikan. Mereka memeriksa seluruh area sekolah, terutama ruang kepala sekolah, tempat brankas berada.

Beberapa hal penting yang ditemukan selama olah TKP antara lain:
Brankas hanya mengalami kerusakan pada bagian luar, tidak ada tanda-tanda perusakan pada pintu atau jendela.
Lokasi brankas tidak berubah jauh dari posisi semula, hanya sedikit bergeser.
* CCTV yang seharusnya menjadi alat pemantau tidak dapat digunakan karena rusak sejak beberapa bulan lalu.

Selain itu, pihak sekolah juga memberikan keterangan terkait asal uang yang hilang. Menurut mereka, uang tersebut berasal dari dana komite yang didanai oleh para wali murid dan dana sosial.

Tindakan yang Diambil Oleh Sekolah

Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah memilih untuk tidak langsung membuka brankas hingga proses penyelidikan selesai. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar tidak terjadi gangguan lebih lanjut.

Selama masa libur akhir pekan, sekolah juga tidak membuka brankas karena para staf dan pengurus sedang melakukan study tour ke luar kota.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Oleh Pihak Berwajib

Pihak kepolisian telah memulai proses penyelidikan secara mendalam. Mereka akan mencari kemungkinan pelaku dan motif dari tindakan pencurian tersebut.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan meminta bantuan dari pihak sekolah untuk mencari informasi tambahan, termasuk mengenai keberadaan dan kondisi CCTV sebelumnya.

Harapan Masyarakat

Masyarakat setempat sangat prihatin dengan kejadian ini. Mereka berharap kepolisian bisa segera menemukan pelaku dan mengembalikan uang yang hilang.

Selain itu, masyarakat juga berharap agar pihak sekolah dapat segera memperbaiki CCTV yang rusak agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan.

Kesimpulan

Kejadian pencurian uang sebesar Rp 180 juta di SMPN 1 Pulung menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian dan masyarakat sekitar. Dengan langkah-langkah yang dilakukan, diharapkan kasus ini dapat segera terungkap dan uang yang hilang dapat kembali ke tempatnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan