Tekanan Global Mengancam Ekonomi 2026, Elka Prediksi Pertumbuhan 5 Persen

admin.aiotrade 21 Des 2025 3 menit 16x dilihat
Tekanan Global Mengancam Ekonomi 2026, Elka Prediksi Pertumbuhan 5 Persen


Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2026 Masih Berada di Kisaran 5 Persen

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, memberikan proyeksi terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026. Ia menyatakan bahwa meskipun pemerintah memiliki harapan untuk mencapai pertumbuhan sebesar 5,2 persen pada kuartal IV tahun ini, angka tersebut belum cukup kuat untuk meningkatkan rata-rata pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Jika kita berharap di kuartal keempat ini bisa mencapai 5,2, maka rata-rata pertumbuhan tahun ini hanya berkisar antara 5 hingga 5,1 persen,” ujarnya dalam acara Jakarta Mother’s Day 2025 yang digelar di SCBD Weekland, Jakarta, Ahad (21/12/2025).

Menurut Mari Elka, tanpa adanya lonjakan investasi dalam jumlah besar, pertumbuhan ekonomi pada tahun depan cenderung masih terbatas. Proyeksi realistis yang ia ajukan berada di kisaran 5 hingga 5,5 persen. “Jadi mungkin tahun depan, amannya masih sekitar 5, paling tinggi 5,5 persen,” katanya.

Tantangan Pemerintah dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Mari Elka menegaskan bahwa target tersebut menyisakan tugas berat bagi pemerintah, khususnya dalam memperbaiki iklim investasi. Ia menyarankan agar pemerintah fokus pada reformasi regulasi dan deregulasi yang konsisten. “Artinya, PR (pekerjaan rumah) utama adalah membenahi berbagai peraturan, reformasi, dan deregulasi yang sudah dicanangkan oleh Presiden. Jika itu bisa berjalan, maka investasi bisa mulai bergerak,” jelasnya.

Dari sisi eksternal, kondisi global belum mendukung pemulihan ekonomi nasional. Ketidakpastian hubungan dagang dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi faktor penekan. “Kondisi eksternal kita kurang mendukung karena masih ada ketidakpastian. Kita sedang negosiasi dengan Amerika Serikat, tapi hasilnya belum diketahui,” tambahnya.

Peran Stimulus Fiskal dan Sektor Swasta

Mari Elka juga menyoroti pentingnya stimulus fiskal dari pemerintah. Ia menilai bahwa stimulus harus tepat sasaran dan memiliki dampak pengganda yang kuat. “Pemerintah bisa melakukan stimulus melalui APBN dan seterusnya. Dan bagaimana stimulus itu benar-benar bisa ditargetkan untuk menciptakan multiplier effect,” ujarnya.

Selain itu, bantuan sosial tetap menjadi salah satu cara untuk menjaga daya beli masyarakat bawah. Namun, ia menilai bahwa penguatan sektor manufaktur dan industri padat karya sangat penting untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan. “Kita perlu menggairahkan kembali sektor manufaktur,” tegasnya.

Program dan Inisiatif yang Diharapkan Memberikan Efek Pengganda

Beberapa program seperti magang, padat karya, serta Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan dapat memberikan efek pengganda bagi perekonomian. Namun, Mari Elka menegaskan bahwa peran sektor swasta tetap menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan. “Di luar pemerintah, yang lebih penting adalah menggerakkan swasta dan investasi swasta. Nah, itu perlu diregulasi,” ujarnya.

Jakarta Mother’s Day 2025: Perayaan Peran Ibu

Sebagai informasi, aiotrade melalui Ameera Network kembali menghadirkan Jakarta Mother’s Day 2025, sebuah acara yang bertujuan untuk merayakan peran dan jasa para ibu. Acara ini akan diselenggarakan pada hari Ahad, 21 Desember 2025, di SCBD Weekland, SCBD, Jakarta, mulai pukul 06.30 hingga 14.00 WIB. Jakarta Mother’s Day 2025 merupakan penyelenggaraan tahun kedua setelah sukses digelar pada 2024, dengan beragam kegiatan hiburan dan edukasi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan