Tekanan Jual Tinggi, Bitcoin Terus Koreksi

admin.aiotrade 17 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Tekanan Jual Tinggi, Bitcoin Terus Koreksi


Pergerakan Harga Bitcoin dalam Tren Korektif

Bitcoin saat ini mengalami penurunan harga yang signifikan, dengan seluruh kenaikan sejak awal tahun 2025 hilang akibat aksi jual besar-besaran di pasar kripto. Pada Senin (17/11/2025) pukul 18.15 WIB, harga Bitcoin berada di sekitar US$ 95.568, menurut laporan Cointelegraph. Nilai ini melemah 0,43% secara harian dan 9,80% dalam seminggu terakhir.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Fyqieh Fachrur, analis Tokocrypto, menjelaskan bahwa penurunan harga Bitcoin disebabkan oleh tekanan sentimen pasar yang negatif. Bahkan, harga sempat turun ke level $93.000, memicu Indeks Fear & Greed mencapai angka 10 atau zona ketakutan ekstrem. Menurutnya, situasi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar sedang menghindari risiko, sehingga tekanan jual meningkat dan harga cenderung melemah.

Dalam dua pekan terakhir, ETF Bitcoin mencatat outflow lebih dari US$ 2,3 miliar. Kondisi ini menandai melemahnya permintaan dari investor institusional. Dari sisi makro, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed juga melemah. Peluang penurunan suku bunga pada Desember 2025 merosot dari lebih 80% menjadi sekitar 44%, sehingga investor beralih ke aset yang lebih aman.

Fyqieh memproyeksikan bahwa tren pergerakan harga Bitcoin dalam sepekan ke depan akan tetap berada dalam fase tekanan korektif. Risiko penurunan lanjutan masih tinggi selama sentimen pasar belum membaik. Dengan kondisi pasar saat ini yang berada pada zona extreme fear, teknikal juga menunjukkan pola bearish seperti death cross, dan beberapa support kuat sudah ditembus.

Namun, Fyqieh mencermati bahwa peluang rebound tetap ada jika harga mampu bertahan di zona support kuat, khususnya area US$ 89.000 – US$ 91.000. Area ini merupakan titik minat beli secara historis dan berpotensi memunculkan aksi akumulasi baru dari pelaku pasar jangka panjang.

Meskipun saat ini pasar tengah berada dalam fase koreksi, Fyqieh menjelaskan bahwa ada beberapa sentimen positif yang masih berpotensi menopang harga Bitcoin di sisa tahun ini dan tahun 2026. Faktor pertama yang paling berpengaruh adalah kebijakan moneter global. Jika The Fed mulai memberikan sinyal lebih jelas tentang penurunan suku bunga, maka minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin bisa meningkat.

Dari sisi adopsi institusional, arus modal ke instrumen seperti spot Bitcoin ETF berpotensi kembali menguat ketika volatilitas mereda dan sentimen pasar membaik. Meskipun terjadi outflow, kapasitas ETF sebagai pintu masuk bagi investor besar tetap menjadi faktor struktural yang mendukung harga Bitcoin dalam jangka panjang.

Selain itu, faktor fundamental Bitcoin sendiri, terutama pasca-halving 2024, masih menjadi narasi bullish yang kuat menuju 2026. Dari sisi makro dan geopolitik, ketidakpastian global seperti melemahnya nilai mata uang fiat di beberapa negara, tingginya inflasi, atau meningkatnya minat terhadap aset digital sebagai lindung nilai juga dapat mendorong permintaan Bitcoin.

Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat prospek jangka menengah hingga panjang Bitcoin tetap konstruktif, meskipun pasar jangka pendek saat ini masih dibayangi tekanan korektif.

Melihat kondisi pasar Bitcoin yang masih berada dalam fase koreksi dengan sentimen ketakutan ekstrem, Fyqieh menyatakan proyeksi harga hingga akhir tahun cenderung berada dalam rentang yang lebih lebar dan konservatif. Saat ini Bitcoin bergerak di sekitar area US$ 93.000 – US$ 95.000, dengan beberapa support kuat di kisaran US$ 89.000 – US$ 91.000.

Jika level-level ini dapat bertahan, Bitcoin berpeluang stabil dan membentuk dasar harga baru untuk pemulihan jangka pendek menuju area US$ 98.000 – US$ 100.000 dalam beberapa minggu ke depan. Namun, apabila tekanan jual yang dipicu oleh outflow ETF, kondisi makro, atau likuidasi lanjutan kembali meningkat, maka harga Bitcoin berpotensi menguji support yang lebih rendah.

Dalam skenario bearish, kisaran bawah yang perlu diperhatikan berada di area US$ 85.000 – US$ 88.000, yang merupakan batas psikologis penting sekaligus area invalidasi bagi skenario pemulihan jangka pendek. Penembusan level tersebut bisa memperlebar risiko penurunan yang lebih dalam.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan