Tekanan Riza Chalid pada Direktur BUMN untuk Tandatangani Kontrak Terminal BBM

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Tekanan Riza Chalid pada Direktur BUMN untuk Tandatangani Kontrak Terminal BBM

Keterlibatan Hanung Budya Yuktyanta dalam Kasus Pengadaan Terminal BBM

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025), Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina tahun 2014, Hanung Budya Yuktyanta, mengungkapkan bahwa dirinya merasa ditekan oleh pihak Mohamad Riza Chalid jika tidak menandatangani perjanjian terminal bahan bakar minyak (BBM).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hal ini terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Hanung yang dihadirkan sebagai saksi dalam kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Persero untuk terdakwa Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Adrianto Riza.

“Apabila saya tidak menandatangani persetujuan OE atau HTS, penunjukkan pemenang langsung yaitu PT Oiltanking Merak dan penandatanganan perjanjian jasa penerimaan, penyimpanan, dan penyerahan BBM dengan PT Oiltanking Merak, saya akan dicopot karena tekanan dari Mohamad Riza Chalid,” ujar jaksa Triyana Setia Putra dalam sidang tersebut.

Tekanan dari Irawan Prakoso

Dalam BAP yang sama, Hanung mengaku tekanan dari Riza Chalid ini ia rasakan dari kedatangan Irawan Prakoso. Irawan merupakan orang kepercayaan Riza. “Tekanan tersebut saya rasakan saat itu dan salah satunya, sinyalnya adalah kedatangan Irawan Prakoso sebagai orang kepercayaan Mohamad Riza Chalid yang menyampaikan kekecewaan Mohamad Riza Chalid terkait proses rencana sewa storage Oiltanking Merak yang diajukan oleh saudara Gading Ramadhan Joedo selaku Dirut PT Oiltanking Merak yang merupakan afiliasi dan salah satu kepercayaan dari Mohamad Riza Chalid,” lanjut jaksa Triyana melanjutkan BAP.

Perasaan dan Dugaan Tanpa Bukti

Saat dikonfirmasi jaksa, Hanung mengaku kalau tekanan ini hanya perasaan dan dugaannya. Ia mengatakan tidak memiliki bukti terkait tekanan ini. “Yang pasti secara verbal itu tidak terucap, tetapi mohon maaf saya sebagai manusia punya perasaan, saya berpikir kurang lebih seperti itu, tapi saya tidak ada bukti bahwa itu memang terjadi atau (tekanan ini) semacam perasaan saya saja,” jawab Hanung.

Hanung mengatakan, tekanan ini berkaitan juga dengan dorongan Riza Chalid yang membuatnya naik jabatan menjadi Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina di tahun 2014. “Jadi, pada saat itu saya berpikir dan merasa bahwa saudara Mohamad Riza Chalid ini, yang saya tidak tahu pasti, hanya perasaan saya atau dugaan saya, memiliki peran tanda petik mungkin, mendorong saya untuk menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga, tapi itu hanya dugaan,” ujar Hanung.

Pertanyaan dari Jaksa

Hal ini sontak menimbulkan pertanyaan dari jaksa. Sebab, Mohamad Riza Chalid tidak menjabat sebagai petinggi Pertamina. Saat itu, posisi Direktur Utama Pertamina dijabat oleh Karen Agustiawan. Hanung mengatakan, sebelum ia resmi naik jabatan, Karen sempat memberikan bocoran kepadanya. “Sebelum saya resmi diangkat sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga dalam satu acara, saya kebetulan ada di situ dan ada Bu Karen, beliau menyampaikan sebuah sinyal kurang lebih begini, siap-siap ya sebentar lagi kamu akan dijadikan Direktur Pemasaran dan Niaga,” imbuh Hanung.

Jaksa pun mencecar soal keterkaitan Riza Chalid dengan Karen Agustiawan. “Saudara apakah mengetahui kedekatan Riza Chalid dengan Karen,” tanya jaksa. Hanung mengaku tidak tahu pasti, tapi ia menduga Riza dan Karen memang dekat. “Saya tidak tahu pasti tetapi saya duga ada kedekatan, saya duga,” jawab Hanung.

Kerugian Negara hingga Rp 2,9 Triliun

Dalam dakwaan, pengadaan terminal BBM ini menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp 2,9 triliun. Proyek ini diduga berasal dari permintaan Riza Chalid. Saat itu, Pertamina disebutkan belum terlalu membutuhkan terminal BBM tambahan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan