
PT Telkom Akses, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero), tengah mempercepat upaya pemulihan jaringan di wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Direktur Operation Telkom Akses, Ambari, menjelaskan bahwa bencana ini menyebabkan dampak yang cukup besar terhadap perangkat jaringan dan pasokan listrik pendukung operasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Dampak utamanya bukan hanya perangkat yang terendam, tetapi juga pemadaman listrik yang membuat perangkat aktif kami tidak bisa beroperasi. Beberapa jalur kabel backbone, feeder hingga distribusi juga terputus akibat arus banjir atau tertimpa longsor,” ujar Ambari, Rabu, 10 Desember 2025.
Berdasarkan laporan dari Telkom Akses, kerusakan terbanyak terjadi pada perangkat Mini OLT, Node-B, dan ONT pelanggan. Total sebanyak 62.547 perangkat ONT pelanggan sempat offline sejak 25 November 2025, dengan dominasi wilayah Aceh yang terdampak pemadaman listrik luas. Sebanyak 2.073 perangkat sudah kembali online, sementara inventarisasi kerusakan fisik masih berlangsung di lapangan.
Gangguan paling signifikan terpantau di wilayah Kualasimpang, Langsa, Takengon, dan Sibolga yang menjadi prioritas penanganan karena skala dampak dan akses yang terbatas.
Pemulihan jaringan dilakukan secara paralel oleh tim Maintenance & Assurance bersama tim support logistik dan HCM.
Untuk saat ini, tim masih melakukan inventarisasi detail kerusakan, perbaikan sementara (temporary fix) pada titik yang aman, dan pengoperasian kembali perangkat kritis dengan genset portable di wilayah yang listriknya belum pulih.
Untuk mendukung percepatan pemulihan, Telkom Akses mengerahkan total 320 personel dari berbagai wilayah terdampak. Personel tersebut tersebar di Aceh dengan 58 personel, Medan 129 personel, Sumatera Barat 69 personel, dan Sumatera Utara 64 personel yang terdiri dari teknisi lapangan, pengawas, dan tim logistik.
Selain itu, 34 personel tambahan dikerahkan dari wilayah yang tidak terdampak seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan, hingga Sumatera Selatan untuk memperkuat percepatan pemulihan.
“Dalam situasi bencana, konektivitas adalah kebutuhan vital bagi masyarakat dan pemerintah. Karena itu seluruh tim kami bekerja maksimal, memastikan layanan bisa kembali normal secepat mungkin,” ujar Ambari.
Upaya Pemulihan yang Dilakukan
- Tim Maintenance & Assurance bekerja sama dengan tim logistik dan HCM untuk memulihkan jaringan secara paralel.
- Inventarisasi kerusakan fisik masih berlangsung di lapangan.
- Perbaikan sementara dilakukan di titik yang aman.
- Pengoperasian kembali perangkat kritis menggunakan genset portable di wilayah yang belum memiliki pasokan listrik.
Penyebaran Personel
- Aceh: 58 personel
- Medan: 129 personel
- Sumatera Barat: 69 personel
- Sumatera Utara: 64 personel
- Wilayah lain: 34 personel tambahan
Prioritas Pemulihan
- Wilayah Kualasimpang
- Wilayah Langsa
- Wilayah Takengon
- Wilayah Sibolga
Pentingnya Konektivitas
Konektivitas menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat dan pemerintah dalam situasi bencana. Seluruh tim Telkom Akses bekerja maksimal untuk memastikan layanan kembali normal secepat mungkin.