Tembus 12,17 Miliar! Duel Pemain Termahal PSBS Biak vs Persebaya Surabaya, Ruyery Blanco vs Francisc

admin.aiotrade 24 Okt 2025 4 menit 11x dilihat
Tembus 12,17 Miliar! Duel Pemain Termahal PSBS Biak vs Persebaya Surabaya, Ruyery Blanco vs Francisc

Duel Antara Dua Bintang Termahal di Super League 2025/2026

Pertarungan menarik akan tersaji di Stadion Maguwoharjo, Jumat sore (24/10). PSBS Biak akan menjamu Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-10 Super League 2025/2026. Laga ini bukan hanya tentang perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi ajang unjuk kemampuan dua pemain dengan nilai pasar yang sangat tinggi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Total harga keduanya mencapai Rp 12,17 miliar. Ruyery Blanco dari PSBS Biak memiliki nilai pasar sebesar Rp 4,35 miliar, sementara Francisco Rivera dari Persebaya Surabaya dihargai sebesar Rp 7,82 miliar. Pertemuan antara dua pemain termahal ini diprediksi menjadi sorotan utama dalam pertandingan bertajuk Badai Pasifik vs Green Force.

PSBS Biak datang ke laga ini dengan tren yang kurang meyakinkan. Tim asuhan Divaldo Alves baru mengumpulkan lima poin dari delapan pertandingan dan kini berada di peringkat ke-17 klasemen sementara. Dalam tiga laga terakhir, PSBS hanya meraih satu poin. Performa mereka menurun, terutama di lini depan yang belum menemukan konsistensi untuk mencetak gol.

Sebaliknya, Persebaya Surabaya juga belum menunjukkan performa stabil. Tim besutan Eduardo Perez berada di posisi ke-11 klasemen dengan koleksi 10 poin dari tujuh pertandingan. Pada laga sebelumnya, Green Force kalah 1-3 dari Persija Jakarta. Kekalahan itu membuat Persebaya Surabaya berambisi bangkit dan memperbaiki posisi di papan tengah klasemen.

Dua tim ini sudah saling berhadapan musim lalu, dan hasilnya berpihak pada Persebaya Surabaya. Dalam dua pertemuan, Persebaya Surabaya sukses memetik kemenangan 1-0 di kandang dan tandang, masing-masing lewat gol Flavio Silva dan Bruno Moreira.

Kini, PSBS punya senjata baru di lini depan: Ruyery Blanco. Penyerang asal Kolombia itu diharapkan bisa menjadi pembeda dan membawa warna baru bagi serangan Badai Pasifik.

Ruyery Alfonso Blanco Yus lahir di Santa Marta, Kolombia, pada 7 Desember 1998. Dengan tinggi 1,79 meter, ia dikenal sebagai penyerang tengah murni yang mengandalkan kecepatan dan insting tajam di depan gawang. Pemain berusia 26 tahun itu bergabung dengan PSBS Biak pada 1 Agustus 2025. Meskipun baru beberapa bulan di Indonesia, namanya langsung mencuri perhatian berkat kontribusinya di beberapa laga awal musim.

Ruyery tercatat memiliki kaki dominan kanan dan dinaungi agen Top Talent, yang juga menaungi banyak pemain asal Amerika Selatan. Gaya bermainnya eksplosif dan efisien, cocok untuk strategi serangan cepat Divaldo Alves. Nilai pasar Ruyery kini mencapai Rp 4,35 miliar, menjadikannya pemain dengan valuasi tertinggi di skuad PSBS Biak. Ekspektasi tinggi pun melekat di pundaknya untuk memecah kebuntuan lini serang tim asal Papua itu.

Di kubu seberang, Persebaya Surabaya mengandalkan sosok Francisco Israel Rivera Dávalos sebagai motor serangan. Gelandang asal Meksiko itu bukan hanya kreator, tapi juga penyumbang gol penting bagi Green Force. Rivera lahir di San Luis Potosí, Meksiko, pada 23 September 1994 dan kini berusia 31 tahun. Dengan tinggi 1,70 meter dan kaki dominan kiri, dia dikenal memiliki visi permainan tajam serta kemampuan umpan vertikal yang akurat.

Bergabung sejak 1 Juli 2024, Rivera menjadi salah satu pilar utama di lini tengah Persebaya Surabaya. Kontraknya masih berlaku hingga 31 Mei 2026, menunjukkan kepercayaan besar klub terhadap kontribusinya. Pemain ini mampu bermain di berbagai posisi, mulai dari gelandang serang, gelandang tengah, hingga sayap kiri. Fleksibilitas itu menjadikannya elemen penting dalam skema 4-3-3 racikan Eduardo Perez.

Dengan nilai pasar Rp 7,82 miliar, Rivera kini memegang status sebagai pemain termahal di skuad Persebaya Surabaya. Dia juga menjadi salah satu pemain asing dengan nilai tertinggi di Super League musim ini.

Pertemuan Ruyery dan Rivera di lapangan akan menarik disimak. Dua pemain dari benua Amerika itu sama-sama punya gaya bermain penuh energi dan determinasi tinggi. Ruyery akan berupaya menembus barisan belakang Persebaya Surabaya yang digalang Dime Dimov dan Leo Lelis. Sementara Rivera akan menjadi otak serangan yang mencoba mengendalikan tempo permainan dari lini tengah.

Pelatih Divaldo Alves diyakini bakal menurunkan formasi 3-4-2-1 untuk memberi ruang bebas bagi Ruyery di depan. Sedangkan Eduardo Perez kemungkinan tetap setia dengan pola 4-3-3 agar Rivera bisa bermain leluasa di area antara lini tengah dan depan.

Selain adu taktik, duel ini juga sarat gengsi. PSBS ingin bangkit di hadapan publik Maguwoharjo, sedangkan Persebaya Surabaya datang dengan misi menebus kekalahan pekan lalu. Semua mata tertuju pada dua pemain termahal di lapangan sore nanti. Apakah Ruyery Blanco mampu membuktikan nilai Rp 4,35 miliarnya dengan gol penting, atau justru Francisco Rivera yang menunjukkan kelasnya sebagai maestro Rp 7,82 miliar?

Jawabannya akan tersaji di Maguwoharjo, ketika dua bintang dengan total valuasi Rp 12,17 miliar saling adu kehebatan di panggung utama Super League 2025/2026.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan