Tentara Korut Lari ke Korsel Melewati Perbatasan Berlumpur Ranjau

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Tentara Korut Lari ke Korsel Melewati Perbatasan Berlumpur Ranjau
Tentara Korut Lari ke Korsel Melewati Perbatasan Berlumpur Ranjau

Pembelotan Tentara Korut ke Korsel, Peristiwa Langka di Zona Demiliterisasi

Pada hari Minggu (19/10/2025), seorang tentara Korea Utara (Korut) berhasil kabur ke Korea Selatan (Korsel) setelah melintasi perbatasan darat yang dikenal sangat ketat. Pihak militer Korsel langsung menahan prajurit tersebut dan ia dilaporkan telah menyatakan keinginannya untuk menetap di wilayah Selatan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peristiwa ini menjadi pembelotan pertama yang dilaporkan terjadi di Zona Demiliterisasi (DMZ) sejak Agustus 2024. Pembelotan melalui perbatasan antar kedua negara dinilai sangat langka karena risikonya sangat tinggi. Dalam laporan The Guardian, disebutkan bahwa medan perbatasan DMZ penuh dengan ranjau dan pengawasan ketat, sehingga memperbesar kesulitan bagi siapa pun yang ingin melewatinya.

Nekat Melewati Perbatasan yang Penuh Ranjau

Militer Korsel (ROK) mengonfirmasi bahwa tentara tersebut berhasil menyeberang Garis Demarkasi Militer (MDL) di bagian tengah DMZ pada hari itu. Kepala Staf Gabungan Korsel (JCS) menjelaskan bahwa mereka berhasil mengidentifikasi dan melacak individu tersebut sebelum membawanya ke dalam tahanan.

Meskipun secara resmi disebut Zona Demiliterisasi, DMZ adalah perbatasan darat sepanjang 248 km yang dikenal penuh ranjau. Area selebar 4 km ini dijaga ketat dengan kawat berduri, jebakan tank, ranjau darat, dan pasukan tempur.

“Kemungkinan prajurit itu akrab dengan area tersebut sehingga membantunya melewati medan yang dipenuhi ranjau,” kata Hong Min, seorang analis senior di Korea Institute for National Unification, dilansir The Japan Times.

Pembelot Korut Biasanya Kabur Lewat China

Pembelotan melintasi perbatasan darat langsung antara kedua Korea adalah kejadian yang sangat langka. Sebagian besar dari puluhan ribu warga Korut yang melarikan diri biasanya memilih jalur tidak langsung. Kebanyakan dari mereka menyeberang dahulu dari Korut ke China, yang memiliki perbatasan darat yang panjang. Setelah itu, mereka akan memasuki negara ketiga seperti Thailand, sebelum akhirnya menuju Korsel.

Sejak berakhirnya Perang Korea pada 1953, sekitar 34 ribu warga Korut telah berhasil melarikan diri dan menetap di Selatan. Kementerian Unifikasi Korsel mencatat, tahun lalu total 236 warga Korut tiba di Selatan, dengan 88 persen di antaranya adalah wanita. Pyongyang sangat mengecam para pembelot dan bahkan menyebut mereka sebagai sampah manusia.

Risiko Kebocoran Intelijen Bagi Pyongyang

Pembelotan ini diperkirakan akan membuat Korut was-was karena besarnya risiko intelijen. Setelah diamankan, tentara itu akan segera diserahkan kepada badan intelijen Seoul untuk diselidiki lebih lanjut.

“Pembelotan terbaru ini tidak akan diterima positif oleh Pyongyang, karena ia bisa memberi informasi kepada Selatan tentang pergerakan pasukan mereka,” tutur Min, dilansir Al Jazeera.

Kedua Korea secara teknis masih dalam status perang karena Perang Korea 1950–53 hanya diakhiri dengan perjanjian gencatan senjata. Meskipun Seoul telah berupaya melakukan rekonsiliasi, hubungan antara kedua negara tetap tegang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan