Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta, Teroris Lepas Tangan, Balas Dendam

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta, Teroris Lepas Tangan, Balas Dendam
Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta, Teroris Lepas Tangan, Balas Dendam

Penjelasan Pakar Terorisme Mengenai Pelaku Ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta

Pakar terorisme dan intelijen Ridlwan Habib memberikan tanggapan mengenai peristiwa ledakan yang terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025). Dari informasi yang telah dikumpulkan, terduga pelaku adalah seorang siswa berusia 17 tahun. Selain itu, ia disebut sebagai korban bullying atau perundungan.

Menurut Ridlwan, meskipun indikasi terorisme masih dalam proses penyelidikan, hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa terduga pelaku memiliki kaitan langsung dengan jaringan terorisme di Indonesia. Ia menyebut pelaku sebagai lone wolf, yang secara harfiah berarti "serigala penyendiri". Secara kiasan, istilah ini merujuk pada seseorang yang hidup sendirian, tidak bergantung pada kelompok, dan cenderung menghindari interaksi sosial.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Kalau menimbulkan ketakutan, tentu ini menjadi bagian teror," kata Ridlwan, seperti dikutip dari tayangan Primetime News yang diunggah di kanal YouTube MetroTVNews, Jumat.

Namun, Ridlwan juga menekankan bahwa informasi tentang keterkaitan pelaku dengan jaringan terorisme masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Sampai saat ini, belum ada data yang menunjukkan hubungan langsung antara pelaku dengan organisasi terorisme klasik di Indonesia.

Dugaan Korban Bullying dan Teori Psikologi

Ridlwan menyoroti kemungkinan bahwa terduga pelaku merupakan korban bullying. Menurutnya, hal ini perlu dilihat melalui perspektif psikologi. Ia mengaitkan dugaan tersebut dengan teori Moral Disengagement.

Moral Disengagement merujuk pada proses di mana seseorang atau kelompok menjauhkan diri dari standar etika yang biasanya dianggap benar. Individu tersebut lalu percaya bahwa perilaku tidak etis yang dilakukannya dapat dibenarkan, seringkali karena adanya kondisi yang dianggap meringankan.

"Motifnya bisa saja berasal dari kegelisahan jiwa [terduga pelaku] akibat bullying," ujar Ridlwan. Ia juga merujuk pada teori psikologi yang diajukan oleh Dr. Sigit Nugraha, dekan fakultas psikologi Universitas Riau.

Menurut teori ini, ketika seseorang di usia muda sering mengalami bullying, maka akan muncul rasa gelisah dan trauma. Hal ini bisa memicu mekanisme coping atau strategi untuk menghadapi pengalaman negatif tersebut. Salah satu bentuk coping yang mungkin dilakukan adalah balas dendam, bahkan dalam bentuk tindakan yang mirip aksi teror.

Informasi Sementara Tentang Terduga Pelaku

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta berasal dari lingkungan sekolah tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait identitas, lingkungan, serta tempat tinggal pelaku.

Listyo juga memastikan bahwa tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa orangtua pelaku adalah anggota kepolisian. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad juga menyatakan bahwa terduga pelaku berusia 17 tahun. Ia menambahkan bahwa pelaku sedang menjalani operasi akibat luka yang dideritanya.

Identitas Terduga Pelaku

Sebelumnya, beredar informasi bahwa identitas terduga pelaku adalah FN, seorang siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta. Seorang saksi, Z, mengenali foto FN yang beredar di media sosial. Z juga menyebut bahwa FN merupakan korban bullying.

Korban bullying adalah individu yang mengalami intimidasi, kekerasan verbal, fisik, sosial, atau digital secara berulang dari orang lain yang memiliki kekuasaan atau pengaruh lebih besar. Menurut Z, FN tidak kuat menghadapi bullying sehingga melakukan tindakan tersebut sebagai bentuk balas dendam.

Sebelum kejadian, Z mengatakan bahwa FN sering terlihat sendiri dan selalu menggunakan jas putih. Saat kejadian, Z tidak melihat terduga pelaku karena siswa kelas XII sedang libur. Ia menduga bahwa pelaku memiliki kesempatan untuk merencanakan aksinya di belakang sekolah, terutama di area tempat sampah.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan