
aiotrade
Mengganti atau membersihkan busi mobil merupakan bagian penting dalam perawatan kendaraan. Proses ini sering kali dilakukan saat melakukan servis berkala, baik hanya sekadar pembersihan atau penggantian baru. Namun, ada satu hal yang sering diabaikan oleh pemilik mobil atau mekanik saat memasang kembali busi, yaitu cara mengencangkan busi dengan benar.
Saat memasang kembali busi, banyak orang cenderung mengencangkan dengan kekuatan yang terlalu besar. Hal ini bisa berdampak buruk karena dapat merusak drat (ulir) pada kepala silinder. Drat yang rusak akibat torsi yang berlebihan bisa menyebabkan busi tidak kencang dan bahkan berpotensi menyebabkan kebocoran kompresi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Jika drat sudah slek, maka akan menyebabkan busi tidak menempel dengan sempurna," ujar Diko Oktraviano, Assistant Manager Technical Service & Product Development PT Niterra Mobility Indonesia, produsen busi NGK.

Menurutnya, saat mengencangkan busi, tidak perlu terlalu bersemangat. Jika tidak tersedia kunci busi yang dilengkapi dengan alat ukur torsi, maka cukup mengencangkan hingga terasa kencang saja. "Tidak perlu memaksakan kekuatan terlalu besar," tambahnya.
Selain itu, diperlukan perasaan saat memasang busi. Jika dirasa sudah cukup kencang, maka itu sudah cukup. Tidak perlu mencoba terus-menerus untuk memperkuat posisi busi, karena bisa berujung pada kerusakan lebih lanjut.

Selain itu, saat memasukkan busi ke dalam kepala silinder, ada cara yang bisa dilakukan agar drat tidak mudah rusak. Salah satunya adalah menggunakan slang yang ujungnya dimasukkan ke dalam busi. Setelah itu, putar secara perlahan dan rasakan apakah drat busi dan kepala silinder bertemu dengan pas.
"Jika sudah pas, maka tidak akan terasa seret. Namun, jika terasa seret saat diputar, berarti dratnya belum ketemu," jelas Diko lagi.
Dengan demikian, saat mengencangkan busi, penting untuk tidak terlalu bersemangat agar tidak menyebabkan kerusakan pada drat. Langkah-langkah sederhana ini bisa membantu menjaga performa mesin mobil dan menghindari masalah yang lebih serius di masa depan.