Ternyata Sebelum Dibunuh, Korban Suruh Pelaku Lakukan Ini di Rumahnya

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 31x dilihat
Ternyata Sebelum Dibunuh, Korban Suruh Pelaku Lakukan Ini di Rumahnya

Kasus Pembunuhan ASN Pemkot Manado yang Mencengangkan

Kasus pembunuhan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Sulawesi Utara (Sulut), kembali menjadi perhatian masyarakat. Korban bernama Jimmy Mamahit (38 tahun) ditemukan tewas di rumahnya pada Sabtu (13/12/2025) sekitar pukul 09.00 WITA. Kejadian ini mengejutkan banyak orang, terutama setelah diketahui bahwa pelaku adalah seorang pemuda berusia 17 tahun bernama Fahril.

Fakta Baru Terungkap

Dari penyelidikan awal, diketahui bahwa sebelum korban dibunuh, ia sempat menyuruh pelaku melakukan sesuatu di rumahnya. Hal ini menjadi awal dari motif pembunuhan. Pelaku kemudian menggunakan dodutu rica atau penumbuk kayu cabai untuk memukul korban hingga tewas. Dodutu adalah alat tradisional yang digunakan oleh masyarakat Minahasa untuk menumbuk padi atau rempah-rempah dapur.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain itu, pelaku juga dilaporkan melakukan penikaman menggunakan pisau dapur kepada tubuh korban. Namun, luka-luka tersebut tidak dalam. Dugaan sementara adalah korban meninggal akibat dipukul beberapa kali dengan dodutu rica.

Motif Pembunuhan

Menurut informasi yang diungkap oleh Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Muhammad Isral, SIK, MH, motif pembunuhan diduga berkaitan dengan rasa sakit hati pelaku terhadap korban. Pelaku mengaku bahwa korban meminta bantuan untuk mencat rumahnya dengan imbalan Rp 500 ribu. Namun, yang diberikan hanya Rp 200 ribu, sehingga membuat pelaku marah.

Isral menjelaskan bahwa setelah melakukan aksi, pelaku juga mencuri beberapa barang milik korban, seperti motor, handphone, dan jam tangan. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan memperdalam kasus ini dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Hubungan Korban dan Pelaku

Menurut tetangga korban, Jimmy Mamahit dan pelaku memiliki hubungan dekat. Sebelum korban meninggal, pelaku sempat tinggal bersamanya selama hampir dua minggu. Bahkan, pelaku sering membantu pekerjaan korban, seperti mencuci motor dan mencat kamar. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku tidak sepenuhnya asing dengan korban.

Tetangga juga mengatakan bahwa korban sering mengajak anak-anak laki-laki ke rumahnya untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Meskipun demikian, pelaku cukup lama tinggal bersama korban. Pada hari Sabtu, pelaku sudah tidak terlihat lagi di sekitar rumah korban.

Penemuan Jasad Korban

Penemuan jasad Jimmy Mamahit berawal dari kecurigaan adik korban yang merasa khawatir karena korban tidak memberikan kabar sejak hari Jumat (12/12/2025). Saat mendatangi rumah korban, adik korban menemukan Jimmy Mamahit sudah tidak bernyawa. Kondisi mayat korban berlumuran darah, dan darah bahkan berserakan di lantai ruang tamu.

Dari olah TKP awal, Tim Delta Resmob Polresta Manado menemukan bahwa handphone dan sepeda motor korban telah hilang. Setelah melakukan penyelidikan, tim berhasil mengidentifikasi satu nama yang dicurigai kuat sebagai pelaku utama.

Penangkapan Pelaku

Penangkapan Fahril, warga Bailang Manado, membuat kaget para tetangga. Mereka tidak menyangka bahwa sosok pendiam yang sering bergaul di kompleks bisa melakukan tindakan kekerasan seperti ini. Menurut sumber, Fahril tinggal bersama kedua orang tuanya dan saat ini tidak bersekolah.

Para tetangga berharap Fahril dapat melewati ujian ini dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Namun, mereka juga menekankan bahwa berani berbuat harus diimbangi dengan tanggung jawab.

Perkembangan Terbaru

Tim polisi masih terus bekerja untuk melacak keberadaan terduga pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka juga meminta masyarakat agar mempercayakan penanganan perkara tersebut pada pihak kepolisian. Pengumuman resmi akan disampaikan secara berkala sesuai prosedur.

Kasus ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan bersama. Semoga keadilan dapat ditegakkan dan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan