Teroris SMA 72 Sering Tonton Film Tembak-tembakan, Korban Bullying yang Terlibat

admin.aiotrade 07 Nov 2025 4 menit 17x dilihat
Teroris SMA 72 Sering Tonton Film Tembak-tembakan, Korban Bullying yang Terlibat

Penyelidikan Ledakan di Masjid SMA 72 Jakarta

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait ledakan yang terjadi di masjid SMA 72 Jakarta. Salah satu terduga pelaku, FN, saat ini sedang menjalani operasi di rumah sakit. FN adalah seorang siswa kelas XI SMA 72 Jakarta. Motif dari tindakan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib.

"Motifnya masih didalami," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. "Salah satu korban jalani operasi terduga pelaku," tambahnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, terduga pelaku diduga marah karena mengalami perundungan selama bersekolah. Ledakan yang terjadi di Masjid SMA 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara diduga dilakukan oleh seorang siswa kelas XII pada Jumat (7/11/2025).

Seorang siswa kelas XI SMA 72 Jakarta, Zaki Arkan, menyebut bahwa dia tidak terlalu mengenal seniornya tersebut karena memang kerap menyendiri setiap di sekolah. "Siswa kelas XII itu, katanya dari kelas XI dia selalu menyendiri," kata Zaki saat ditemui di lokasi.

Zaki juga bercerita tentang sosok terduga pelaku yang tak disebutkan namanya. Ia menyebut bahwa orang tersebut memiliki sifat unik dan gemar menggambar serta menyimpan foto yang tidak biasa dan cenderung mengarah ke arah aksi terorisme.

"Sering buat gambar-gambar, foto-foto yang kayak tentang berdarah, teroris, bendera amerika. Gambar-gambar yang berdarah gitu. Sering nonton tembak-tembakan gitu," tuturnya.

Di sisi lain, Zaki menceritakan bahwa saat itu dirinya dan teman-temannya hendak menunaikan salat Jumat. Saat itu, suasana di dalam masjid sudah ramai oleh siswa lainnya sehingga ia hanya bisa duduk di bagian teras masjid.

Kemudian, khotbah kedua pun dikumandangkan. Menjelang iqomah, ledakan pun terjadi dari bagian tengah masjid tepatnya di dekat pilar. "Nah, pas posisi pengen ada ledakan itu pas khutbah terakhir yang pengen sholat. Nah, itu udah doa. Nah, tiba-tiba ada dor. Nah, itu posisinya udah langsung pus. Udah lah, udah hancur-hancur, hamburan-hamburan. Ada asap gede banget," ucapnya.

Untuk informasi, sebuah ledakan keras terjadi wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025) siang. Penyebab pasti ledakan hingga kini masih belum diketahui. Informasi yang diperoleh sejumlah orang dilarikan ke rumah sakit (RS) pasca kejadian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Iya benar ada ledakan, ada informasi dua korban dibawa ke rumah sakit. Ini masih didalami sumber ledakan," ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (7/11/2025).

Aparat gabungan TNI-Polri turun ke lapangan untuk melakukan pendalaman cek TKP. "Masih didalami lagi sisir sama gegana, ada SOP khusus kita belum tahu asal muasal ledakan dari apa," tukasnya.

Menurutnya, informasi awal yang terima lokasi kejadian di sebuah masjid di SMA 72 Jakarta Komplek TNI AL Kodamar Jakarta Utara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan korban ledakan SMAN 72 Jakarta di RS Islam Cempaka Putih berjumlah 55 orang. Pramono menyebut beberapa korban dalam keadaan sadar. "Beberapa korban saya ngobrol, tapi terus terang yang saya ajak ngobrol semuanya dalam keadaan sadar. Jumlah korban ada 55," kata Pramono di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).

Meski begitu, dia menyebut ada salah satu korban yang hendak dioperasi. "Ada satu yang lagi mau dioperasi," ucap dia. Dia memastikan pengobatan seluruh korban ledakan akan ditanggung Pemprov DKI Jakarta. "Dalam keadaan yang seperti ini pemerintah DKI akan hadir untuk semua hal yang berkaitan dengan tanggungan di rumah sakit, sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI," kata Pramono.

Dia mengaku telah meminta Dinkes DKI Jakarta dan Wali Kota untuk mendata identitas para korban. Pramono juga mengaku bersedih atas peristiwa ini. "Hari ini terus terang Pemerintah DKI Jakarta Sungguh sangat berduka dengan kejadian Yang terjadi di SMAN 72 Ketika salat Jumat sedang berlangsung," kata dia.

Sedikitnya dilaporkan 54 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut, sebagian di antaranya merupakan siswa dan petugas sekolah.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan secara langsung di tempat kejadian. "Membenarkan pihak kita bahwa benar terjadi ledakan di lingkuman SMA 72 Jakarta. Langkah-langkah dilakukan, olah TKP, police line, sterilisai gegana brimob polda," katanya kepada wartawan.

"Sekarang kira ada di RS Islam Jakarta, membuat posko di Rumah Sakit Yarsi, guna membantu keluarga korban, anak-anak yang sedang dirawat." "Data yang kita terima, 54 orang luka ringan sedang, ada yang sudah pulang sementara itu dulu perkembangan lebih lanjut diinfokan lagi," tuturnya.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan penyelidikan mendalam, hingga menemukan benda misterius yang diduga berkaitan dengan senjata api di sekitar area masjid. Tim Gegana Brimob Polri pun dikerahkan untuk memastikan keamanan dan menelusuri sumber ledakan yang hingga kini masih menjadi tanda tanya.

Para korban luka akibat ledakan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dan beberapa dibawa ke unit kesehatan sekolah.

Dari informasi jurnalis Nizar di Kompas TV, menyebutkan ledakan diduga berasal dari sound system masjid. Selain itu kata Nizar, dari penggeledahan polisi ditemukan senjata api rakitan di dekat sound system yang meledak.

Saat ini Tim Gegana Polda Metro Jaya sudah berada di lokasi kejadian. Polisi juga sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.

Sebagai informasi, SMAN 72 berada di dalam komplek TNI AL Kodamar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan