Tidak Ada Si Kuda Jingkrak, Pertahanan AC Milan Tumbang

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Tidak Ada Si Kuda Jingkrak, Pertahanan AC Milan Tumbang


Kehadiran Adrien Rabiot, yang dikenal dengan julukan "Si Kuda Jingkrak", di lini tengah AC Milan memang sangat penting. Namun, absensinya dalam beberapa pertandingan terakhir telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kinerja lini pertahanan tim. Tanpa kehadirannya, lini belakang Milan tampak lebih rentan dan sering kebobolan.


AC Milan hampir saja menderita kekalahan saat menjamu Pisa dalam lanjutan Liga Italia 2025-2026. Laga yang digelar di San Siro pada Jumat (24/10/2025) atau Sabtu dini hari WIB berakhir dengan skor imbang 2-2. Meskipun Rafael Leao berhasil membawa Milan unggul 1-0 pada menit ke-7, Pisa mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalui gol penalti Juan Cuadrado di menit ke-60 dan M'bala Nzola di menit ke-86. Akhirnya, Milan menyelamatkan diri dari kekalahan melalui gol penyelamat yang dicetak oleh Zachary Athekame di menit ke-90+3.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kekalahan memalukan ini membuat banyak orang memperhatikan situasi Milan, terutama ketika salah satu pemain kunci mereka, Adrien Rabiot, absen. Di saat Christian Pulisic sedang cedera dan digantikan oleh Rafael Leao, kekosongan yang ditinggalkan oleh Rabiot justru menjadi sorotan utama.

Rabiot mengalami cedera betis saat membela Timnas Prancis. Hasil tes medis menunjukkan bahwa ia butuh waktu sekitar satu bulan untuk pulih. Akibatnya, ia melewatkan pertandingan kontra Fiorentina dan terbaru melawan Pisa. Dengan dua gol yang masuk ke gawang Mike Maignan dalam laga melawan Pisa, AC Milan kini tercatat sudah kebobolan enam gol di Liga Italia.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah lima dari enam gol tersebut terjadi di kandang sendiri, dan semua terjadi saat Rabiot tidak bermain. Dua laga awal di Liga Italia juga dilewatkannya, yaitu saat Milan menghadapi Cremonese dan Lecce. Saat menjamu Cremonese di San Siro, Milan kalah 0-1, tetapi bisa bangkit dengan kemenangan 2-0 atas Lecce.

Rabiot baru kembali bermain pada laga kontra Bologna di giornata ke-3. Ia langsung menjadi starter dalam empat laga pertamanya dan berhasil membantu Milan hanya kebobolan satu gol. Gol itu terjadi saat menghadapi Napoli, di mana Milan akhirnya menang 2-1. Namun, setelah absennya Rabiot, lini tengah Milan mulai kehilangan kohesi dan keseimbangan.

Dalam laga melawan Fiorentina, Milan kebobolan tiga gol. Di laga terbaru melawan Pisa, mereka juga kebobolan dua gol. San Siro, yang biasanya menjadi keuntungan bagi Milan, justru menjadi tempat yang memperparah situasi karena lini pertahanan yang rapuh dan absennya Rabiot.

Tanpa adanya Rabiot, AC Milan kehilangan identitas taktis dan penghalang yang kuat. Meski Samuele Ricci mencoba mengisi perannya, belum ada bukti bahwa ia bisa menggantikan peran Rabiot secara efektif. Pelatih Massimiliano Allegri masih ragu memberikan kepercayaan penuh kepada Ricci sebagai pengganti.

Evaluasi taktis dan strategi perlu dilakukan oleh Allegri, mengingat Rabiot diprediksi akan kembali bermain dalam laga Derby della Madonina kontra Inter Milan pada 23 November mendatang. Kembalinya Rabiot diharapkan bisa memperkuat lini tengah Milan dan memperbaiki performa pertahanan yang sedang goyah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan