
Perseteruan Sahara dan Yai Mim Kembali Memanas
Setelah menghadapi berbagai isu yang menyerangnya, Sahara kini melaporkan 8 selebgram dan Tiktoker yang diduga menyebarkan fitnah terhadap dirinya. Pemilik rental mobil di Malang, Jawa Timur ini merasa difitnah oleh para pengguna media sosial tersebut. Ia pun langsung datang ke Satreskrim Polresta Malang Kota untuk membuat laporan.
Kuasa hukum Sahara, Moh Zakki, menjelaskan bahwa klienya melaporkan 8 orang tersebut karena mereka menyebarkan narasi provokatif, ujaran kebencian, dan fitnah di media sosial. Salah satu konten yang menjadi perhatian adalah pernyataan bahwa Sahara adalah seorang pemandu lagu. Padahal, hal itu tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Meskipun beberapa dari mereka telah menghapus postingannya, Sahara tetap melanjutkan proses pelaporan. Menurut Zakki, hal ini dilakukan karena tindakan tersebut sudah masuk dalam ranah tindak pidana. "Banyak orang yang melihat konten tersebut, sehingga berdampak negatif terhadap klien kami," jelasnya.
Laporan Terhadap TikToker dan Selebgram
Zakki menyatakan bahwa laporan terhadap 8 selebgram dan TikToker akan segera dilayangkan ke Satreskrim Polresta Malang Kota. Meskipun ada kemungkinan dilakukan hari ini, jika tidak memungkinkan maka akan dilakukan minggu depan. "Ini harus dilaporkan sebagai pembelajaran agar jangan seenaknya mengunggah sesuatu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," tambahnya.
Sebelumnya, Sahara sempat viral di media sosial setelah berseteru dengan tetangganya, Imam Muslimin alias Yai Mim, eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Perseteruan antara keduanya makin memanas setelah saling melaporkan ke polisi.
Pelaporan Saling Terhadap Yai Mim
Polresta Malang Kota saat ini sedang mendalami pelaporan kedua belah pihak. Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan dari kedua belah pihak. "Mereka sama-sama melaporkan atas dugaan pencemaran nama baik," ujarnya.
Yai Mim melaporkan Sahara terkait dugaan pencemaran nama baik, sementara Sahara juga melaporkan Yai Mim dengan kasus serupa. Selain itu, Yai Mim membuat dua laporan tambahan ke Polresta Malang Kota pada Selasa (7/10/2025) atas dugaan persekusi serta penistaan agama. Sedangkan Sahara membuat laporan tambahan pada Rabu (8/10/2025) atas dugaan pelecehan seksual.
Dugaan Pelecehan Seksual yang Dilaporkan
Sahara mengaku dilecehkan secara seksual sebanyak empat kali oleh Yai Mim. Dalam pengakuan kuasa hukumnya, Moh Zakki, dugaan pelecehan tersebut terjadi di halaman garasi usaha mobil rental Sahara yang bersebelahan dengan rumah Yai Mim. "Kejadiannya di tempat garasi. Karena mereka bertetangga, jadi terjadi di sekitaran itu," jelasnya.
Namun, Zakki enggan mengungkap detail lebih lanjut tentang bagaimana pelecehan itu terjadi. "Biarkan penyidik yang memberikan keterangan, karena itu sudah masuk ruang lingkup penyidik," katanya.
Langkah Selanjutnya untuk Perlindungan Sahara
Setelah membuat laporan ke polisi, Sahara kini meminta pendampingan dari Dinas Sosial Malang. Ia dan kuasa hukumnya bertolak ke kantor UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang. "Setelah dari Polresta Malang Kota, kami akan menuju ke kantor UPT PPA Kota Malang. Pada prinsipinya, kami akan datang untuk silahturahmi dan entah kami akan membuat aduan atau permohonan pendampingan, kita lihat saja nanti," ungkapnya.
Zakki juga menyatakan bahwa kondisi psikis Sahara dalam keadaan baik-baik saja meskipun perseteruan ini terus berlarut. "Apakah hal ini memberikan dampak, saya pikir tidak. Karena nyatanya Bu Sahara sehat-sehat saja."
Penutup
Perseteruan antara Sahara dan Yai Mim terus berlanjut dengan berbagai laporan hukum yang dilayangkan. Dari dugaan pencemaran nama baik hingga pelecehan seksual, kasus ini menunjukkan betapa pentingnya perlindungan hukum dan hak asasi manusia. Proses hukum yang sedang berlangsung akan menjadi penentu dari siapa yang benar dan siapa yang salah.