
Proyek Mobil Nasional yang Dikembangkan PT Pindad
PT Pindad (Persero) sedang mempersiapkan proyek besar dalam bentuk mobil nasional. Salah satu langkah awalnya adalah penyiapan lahan industri di Subang, Jawa Barat. Lokasi ini akan menjadi pusat produksi dengan kapasitas mencapai 500 ribu unit per tahun. Tahap awalnya, PT Pindad menargetkan produksi sebanyak 100 ribu unit pada tahun 2028.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Proyek ini didukung oleh MoU antara Kementerian PPN/Bappenas, Himpunan Kawasan Industri (HKI), dan PT Pindad. MoU ini bertujuan untuk memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Selain itu, MoU ini juga menjadi akselerasi bagi Program Mobil Nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
MoU tersebut menjadi langkah awal penyelarasan kebijakan dan pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi. Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa menyampaikan bahwa pesan utama dari berbagai komisi kepada Pindad adalah agar tidak terjebak dalam euforia kalah. Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, tetapi harus dilakukan melalui pilot project untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya.
Sigit menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memperkuat kapasitas riset dan pengembangan, meningkatkan kemampuan produksi, serta membangun rantai pasok nasional yang lebih solid. Langkah ini menjadi pondasi agar setiap tahap pembangunan mobil nasional dapat berjalan selaras dengan arahan dan kebijakan jangka panjang pemerintah.
Selain itu, Sigit menyampaikan bahwa kesempatan yang diberikan pemerintah membuka ruang luas bagi para akademisi untuk terlibat langsung dalam pengembangan produk otomotif dari hulu hingga hilir. Mulai dari merancang konsep, mengembangkan desain, mempersiapkan produksi massal, hingga memastikan layanan purnajual berjalan optimal. Meski begitu, jenis mobil yang akan diproduksi oleh Pindad belum terungkap secara jelas.
Peran Pemerintah dalam Pengembangan Industri Otomotif
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menjelaskan bahwa nota kesepahaman antara Kementerian PPN/Bappenas, HKI, dan PT Pindad termasuk dalam langkah awal untuk mengembangkan kawasan industri berwawasan lingkungan, rantai pasok otomotif dalam negeri, serta teknologi manufaktur canggih.
"Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang bagi Indonesia untuk mencapai kemandirian industri otomotif agar menjadi sebuah industri berkelas dunia," tegas Rachmat Pambudy.
Sejarah dan Spesifikasi Mobil Nasional Maung
Sebagai informasi, Pindad telah memiliki mobil nasional bernama Maung. Namun, mobil ini tidak dikomersilkan untuk warga sipil, melainkan disediakan untuk kalangan terbatas, seperti kendaraan taktis (rantis) TNI, Polri, hingga kendaraan kepresidenan.
Maung dibekali kemampuan 4x4 dengan rancang bangun untuk mendukung operasi militer dan non-militer. Rantis tersebut memiliki beberapa keunggulan utama, diantaranya ketangguhan mobilitas tinggi di berbagai medan, termasuk kondisi ekstrem offroad.
Tidak hanya itu, Maung dapat dipersenjatai dengan senapan mesin kaliber 7.62 milimeter untuk mendukung operasi tempur. Mobil tersebut juga memiliki desain modular yang memungkinkan konfigurasi fleksibel sesuai kebutuhan operasional. Dengan mesin 2.200 cc, mobil tersebut sudah dilengkapi dengan manual enam speed transmisi, GPS, tracker dan mampu menempuh jarak 800 kilometer tanpa henti.