Tiga Berita Teratas: Ratu Sirikit Wafat, Proyek Cina Selain Whoosh

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Tiga Berita Teratas: Ratu Sirikit Wafat, Proyek Cina Selain Whoosh


Berita terkini yang menghebohkan dunia pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025, dimulai dengan berita duka tentang kematian Ratu Sirikit, ibu suri Thailand yang berusia 93 tahun. Di posisi kedua, selain proyek kereta cepat Whoosh di Indonesia, terdapat sejumlah proyek besar yang didanai oleh Tiongkok di berbagai negara. Sementara itu, di posisi ketiga, Direktur Jenderal WHO melaporkan bahwa pembangunan kembali sistem layanan kesehatan di Jalur Gaza, Palestina, membutuhkan dana sebesar US$ 7 miliar atau sekitar Rp116,3 triliun.

Kematian Ratu Sirikit: Ibu Suri Thailand yang Membawa Kemewahan dan Keanggunan

Ratu Sirikit, yang dikenal sebagai salah satu permaisuri paling anggun dan cantik di dunia, telah meninggal dunia pada usia 93 tahun. Pernyataan resmi mengenai kematian beliau disampaikan oleh Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut laporan dari istana kerajaan, Ratu Sirikit telah menjalani perawatan medis di rumah sakit sejak tahun 2019 akibat beberapa penyakit yang dialaminya. Pada tanggal 17 Oktober 2025, ia mengalami infeksi aliran darah yang akhirnya menyebabkan kematian pada malam Jumat.

Masa berkabung selama satu tahun telah ditetapkan bagi keluarga kerajaan dan lingkungan istana. Sejumlah upacara penghormatan akan dilakukan untuk menghormati jasa-jasa Ratu Sirikit dalam membangkitkan kembali monarki Thailand pasca-perang.

Proyek Kereta Cepat Whoosh dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia

Selain proyek kereta cepat Whoosh, Tiongkok juga menanamkan investasi besar-besaran di berbagai negara. Proyek Whoosh, yang merupakan kereta cepat Jakarta-Bandung, menjadi sorotan utama karena masalah utang yang terjadi.

Proyek ini resmi beroperasi pada bulan Oktober 2023, dengan kepemilikan 60 persen oleh konsorsium Indonesia dan 40 persen oleh Tiongkok. Anggaran awal proyek ini mencapai US$ 5,5 miliar (sekitar Rp89,6 triliun), namun angka tersebut membengkak menjadi US$ 7,27 miliar (sekitar Rp118,4 triliun) akibat peningkatan biaya.

Sebanyak 75 persen dari biaya tambahan ini ditutupi melalui pinjaman baru dari China Development Bank, sedangkan sisanya berasal dari tambahan ekuitas KCIC. Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara, mengungkapkan bahwa pihak perusahaan sedang mempertimbangkan dua opsi penyelesaian, yaitu menambah modal atau menyerahkan infrastruktur kepada pemerintah seperti halnya industri kereta api lainnya.

Dana Senilai Rp116 Triliun untuk Membangun Kembali Layanan Kesehatan di Gaza

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa dana sebesar US$ 7 miliar (sekitar Rp116,3 triliun) dibutuhkan untuk membangun kembali sistem layanan kesehatan di Jalur Gaza, Palestina.

Pernyataan ini disampaikan pada hari Kamis, 23 Oktober 2025. Menurut Tedros, tidak ada satu pun rumah sakit di Gaza yang berfungsi secara normal, hanya 14 rumah sakit yang masih beroperasi. Selain itu, Gaza masih menghadapi krisis obat-obatan, peralatan medis, dan tenaga kesehatan yang cukup parah.

Proyek Besar Tiongkok di Berbagai Negara

Tiongkok tidak hanya fokus pada proyek Whoosh di Indonesia, tetapi juga melakukan investasi besar di berbagai negara. Beberapa proyek raksasa yang didanai oleh Tiongkok antara lain:

  • Jalan Tol Trans-Kaspia: Proyek ini bertujuan untuk membangun jaringan transportasi yang menghubungkan Asia Tengah dan Eropa.
  • Kereta Cepat di Pakistan: Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif "One Belt, One Road" yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar negara.
  • Pelabuhan di Afrika: Tiongkok mendanai pembangunan pelabuhan-pelabuhan besar di berbagai negara Afrika untuk meningkatkan perdagangan dan akses ke laut.

Dengan adanya proyek-proyek ini, Tiongkok semakin memperkuat pengaruhnya di tingkat global. Namun, banyak pihak khawatir akan dampak jangka panjang dari utang yang terbentuk akibat proyek-proyek ini.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan