Jembatan Gantung Babakan Losari Ambrol, Masyarakat Kehilangan Akses Vital
Jembatan Gantung Babakan Losari di Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah diresmikan oleh sejumlah pejabat pusat dan daerah, kini justru mengalami kerusakan serius. Jembatan sepanjang 230 meter ini, yang seharusnya menjadi akses penting menuju Kabupaten Brebes, kini ambrol dan menyebabkan gangguan besar bagi masyarakat.
Bagi warga Babakan Losari Lor (Cirebon) dan Babakan Losari (Brebes), jembatan ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Ia merupakan jalur harian yang digunakan oleh pelajar, petani, pedagang kecil, hingga para pekerja yang beraktivitas di dua wilayah tersebut. Setelah jembatan rusak pada Sabtu malam, aktivitas masyarakat spontan terhenti.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Biasanya tiap pagi banyak warga yang melintas, ada yang sekolah, ada yang jualan. Sekarang semua berhenti. Takut lewat,” ujar Yusuf, warga setempat, Minggu (16/11/2025).
Jembatan ini diresmikan oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga pada 23 Agustus lalu. Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, menunjukkan besarnya harapan terhadap pembangunan penghubung antara dua kabupaten tersebut. Namun, baru beberapa bulan setelah peresmian, jembatan ambrol dan menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana mungkin infrastruktur sebesar ini tidak bertahan bahkan satu musim hujan?
Menurut Yusuf, kerusakan diperkirakan terjadi pada malam hari. Ia menyebutkan bahwa material yang digunakan tampak tidak sesuai dengan kebutuhan jembatan yang intens dilalui masyarakat.
“Dinding pijakannya cuma pasangan batu, bagian dalamnya diurug tanah. Hujan sedikit saja air bisa masuk, merusak dari dalam,” ungkapnya. Ironisnya, hujan pada malam kejadian pun tidak deras dan Sungai Cisanggarung tidak dalam kondisi meluap.
Dampak Sosial dan Ekonomi yang Mengkhawatirkan
Ambrolnya jembatan tidak hanya memunculkan tanya soal kualitas, tapi juga memicu masalah sosial dan ekonomi. Warga kini harus memutar jauh untuk beraktivitas. Pelajar mesti mencari jalur alternatif yang lebih panjang, sementara pedagang kecil kehilangan akses cepat menuju pasar di seberang sungai.
“Biasanya di sini ramai orang selfie juga. Sekarang ditutup total, takut ada korban,” imbuh Yusuf.
Penutupan jalur dilakukan atas dasar keselamatan, namun membuat warga di dua kabupaten seolah kembali terpisah jarak. Kerusakan ini menambah daftar panjang proyek desa yang runtuh sebelum memberi manfaat berkelanjutan. Warga berharap pemerintah tidak sekadar memeriksa kondisi fisik, tetapi juga mengevaluasi akuntabilitas pengerjaan, mulai dari perencanaan, penggunaan material, hingga pengawasan.
Penyebab Kerusakan yang Masih Tertanyakan
Warga setempat menduga bahwa penyebab utama kerusakan jembatan adalah kualitas bahan yang digunakan. Material yang digunakan dinilai tidak cukup kuat untuk menahan beban harian. Selain itu, sistem drainase yang kurang memadai juga disebut sebagai faktor penyebab kerusakan. Air hujan yang masuk ke dalam struktur jembatan dapat merusak komponen internal, sehingga mengurangi daya tahan konstruksi.
Selain itu, adanya indikasi kurangnya pengawasan selama proses pengerjaan juga menjadi sorotan. Warga khawatir bahwa proses pembangunan tidak dilakukan secara transparan dan profesional, sehingga menghasilkan infrastruktur yang tidak tahan lama.
Harapan Masyarakat kepada Pemerintah
Bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan jembatan sebagai nadi mobilitas, ambrolnya struktur tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak berhenti di momen pemotongan pita. Mereka berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek ini, termasuk mengecek kualitas bahan, proses pengerjaan, dan tanggung jawab pihak terkait.
Masyarakat juga berharap agar jembatan dapat segera diperbaiki atau dibangun kembali, agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Tanpa akses yang baik, kehidupan ekonomi dan sosial warga akan terganggu, dan dampaknya akan dirasakan selama bertahun-tahun.