
Kondisi Listrik yang Tidak Stabil di Pidie Jaya
Kondisi listrik yang tidak stabil di Kabupaten Pidie Jaya telah berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya UMKM dan pengungsi. Hingga tiga pekan terakhir ini, listrik di wilayah tersebut sering mengalami pemadaman, akibat banjir bandang yang meluluhlantakkan Bumi Japakeh pada Rabu, 26 November 2025.
Akibat dari kondisi ini, aktivitas masyarakat, terutama di lokasi pengungsian, sangat terganggu. Lokasi pengungsian menjadi gelap gulita, sehingga memengaruhi kenyamanan warga, terutama bagi mereka yang sedang sakit. Data BPBD Pidie Jaya menunjukkan bahwa sebanyak 15.238 jiwa warga mengungsi, yang tersebar di lima titik pengungsian, yaitu Kecamatan Meureudue, Meurah Dua, Ulim, Bandar Dua, dan Panteraja.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, ada 30 orang yang hilang terseret banjir bandang di Pidie Jaya. Kondisi listrik yang tidak stabil juga sangat mengganggu aktivitas UMKM. Sebagian dari mereka harus tutup karena tidak mampu membeli genset untuk menjaga operasional bisnis mereka.
"Listrik merupakan urat nadi bagi kami untuk bisa bergerak jika ada keluhan korban banjir. Selain itu, komunikasi juga terganggu," kata Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, yang ditemui di Posko Utama Komplek Kantor Bupati Pidie Jaya, Selasa (16/12/2025).
Hasan Basri menjelaskan bahwa dengan listrik mati, layanan Telkomsel juga ikut terganggu. Akibatnya, komunikasi terputus saat melakukan koordinasi dalam penanganan pascabanjir. Baik koordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten, semuanya terganggu. Tak hanya itu, kata Hasan, saat koordinasi di lapangan dengan SKPK sedikit susah.
"Untuk itu, kita harapkan kepada Bapak Menteri ESDM Bahlil Bahadalia dan Direktur PLN membantu Pidie Jaya yang terdampak banjir menjadi prioritas hidup listrik," ujar Wabup Hasan Basri.
Menurutnya, saat ini warga yang tinggal di pengungsian merasa sangat menyedihkan. Satu titik pengungsi memiliki jumlah warga sekitar 800 hingga 600 orang, yang sangat tidak nyaman saat listrik tidak hidup. Kata Wabup Pidie Jaya, adanya pengungsi yang sakit, tentunya menjadi kendala ketika lampu tidak menyala.
"Kita berharap PLN segera menormalkan listrik di Pidie Jaya. Suplai listrik dari PLN yang kondisinya hidup mati telah berlangsung sejak terjadi banjir bandang," pungkasnya.
Dampak Listrik Mati pada Kehidupan Harian
Kondisi listrik yang tidak stabil memberikan dampak yang sangat luas terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga mengganggu proses komunikasi dan koordinasi antara berbagai pihak dalam penanganan bencana.
- Kendala dalam Koordinasi: Saat listrik mati, komunikasi menjadi terhambat, baik dengan pihak luar maupun di lapangan. Hal ini menyulitkan proses koordinasi dalam penanganan bencana.
- Kesehatan Pengungsi: Banyak pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan, namun kondisi gelap gulita membuat mereka sulit mendapatkan perawatan yang memadai.
- Penghentian Operasional UMKM: Banyak pelaku usaha kecil menengah harus menghentikan operasional karena tidak mampu membeli genset. Ini berdampak langsung pada pendapatan dan kelangsungan hidup mereka.
Dengan situasi seperti ini, masyarakat dan pemerintah setempat sangat berharap agar suplai listrik dapat segera pulih. Diperlukan langkah-langkah cepat dan efektif dari PLN serta pemerintah pusat untuk membantu daerah yang terkena dampak bencana.
Upaya Penanggulangan Bencana
Meskipun kondisi listrik masih belum stabil, pihak pemerintah dan lembaga terkait terus berupaya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir. Berbagai kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan medis terus disalurkan ke lokasi pengungsian.
Namun, upaya-upaya tersebut akan lebih efektif jika didukung oleh ketersediaan listrik yang cukup. Dengan listrik yang kembali normal, koordinasi dan distribusi bantuan dapat dilakukan dengan lebih baik.