
Penangkapan Tiga Debt Collector yang Viral di Media Sosial
Beberapa waktu lalu, tiga orang debt collector (DC) terlibat dalam sebuah insiden yang menarik perhatian publik. Mereka ingin menarik paksa sepeda motor yang dikendarai seorang wanita dan menyerang pria yang mencoba menolongnya. Kejadian ini terjadi di kawasan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, dan sempat menjadi viral di media sosial.
Menurut informasi dari Warta Kota, Kasie Humas Polres Metro Jakarta Barat, Iptu Muri Rifia menyebutkan bahwa tiga DC tersebut telah ditangkap pada Rabu (17/10/2025). Mereka memiliki inisial MN, BN alias Rassi, dan LN. Saat ini, pihak kepolisian masih mencari korban untuk membuat laporan polisi (LP).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Meskipun demikian, penangkapan tersebut dilakukan meskipun belum ada korban yang membuat LP. Karenanya, polisi belum bisa menindak secara hukum. Menurut Muri, penangkapan hanya diperbolehkan selama 3x24 jam. Selama periode itu, polisi mendorong korban untuk membuat laporan. Tanpa adanya laporan, tidak bisa dilakukan penindakan hukum.
Muri juga menjelaskan bahwa motor yang diberhentikan oleh ketiga DC tersebut bukan kepunyaan korban, melainkan hasil gadai. Korban perempuan tersebut tidak jadi mengambil motornya karena motor itu ternyata berasal dari orang lain yang memberi gadai kepadanya.
Namun, Muri mempersilahkan korban, baik laki-laki maupun perempuan, untuk melaporkan aksi ketiga DC tersebut jika merasa terganggu. Dengan begitu, polisi dapat melakukan penindakan hukum terhadap pelaku.
Hingga Jumat (24/10/2025), belum ada laporan polisi yang dibuat oleh para korban. Oleh karena itu, ketiga pelaku saat ini berstatus wajib lapor kepada polisi hingga waktu yang tidak ditentukan. Muri menjelaskan bahwa status wajib lapor ini akan ditentukan oleh penyidik.
Aksi Arogan Debt Collector yang Viral
Viral video yang menampilkan aksi arogansi sekelompok orang yang diduga debt collector terhadap pengendara motor di dekat Halte Jembatan Baru, Kalideres, Jakarta Barat. Dalam rekaman yang tersebar di media sosial, aksi tersebut terjadi pada Kamis (16/10/2025).
Dalam video tersebut, terlihat enam orang debt collector menghadang seorang wanita pengendara motor Nmax di tepi jalan. Sang wanita tampak sedikit ketakutan, sehingga menuruti perintah DC untuk menepi sejenak. Melihat hal tersebut, salah satu pria berpakaian serba hitam dan membawa tas mendekati pengendara tersebut. Namun, dia justru mendapat tindakan bernada intimidatif dari salah satu anggota DC.
Salah satu anggota DC juga terlihat mengeluarkan sebuah kartu nama dari dompetnya dan menyerahkannya kepada si pria berbaju hitam. Perekam kejadian ini juga meminta agar DC tidak berbuat kasar, terutama saat mereka sudah melontarkan kalimat tak pantas.
“Jangan gitu dong, lapor polisi nih,” kata perekam yang tak ditanggapi kelompok DC tersebut.
Terkait peristiwa ini, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom membenarkan. “Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan terhadap peristiwa itu,” katanya dikonfirmasi, Minggu (19/10/2025).
Namun demikian, Gultom menyebut bahwa belum ada laporan polisi (LP) yang masuk. “Belum ada LP yang masuk, tapi kami selidiki,” katanya.
Sementara itu, banyak komentar dalam video yang diunggah di media sosial @warga.jakbar untuk meminta agar oknum-oknum tersebut dapat ditindak lanjut oleh pihak kepolisian. “Ini udah sering kali begini. Meresahkan masyarakat banget ini di sepanjang Jalan Daan Mogot Kalideres,” tulis salah satu komentar di akun tersebut.
Selain itu, banyak warganet yang mengecam tindakan para debt collector tersebut dan meminta polisi segera bertindak tegas. Komentar-komentar seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat prihatin dengan aksi-aksi yang dilakukan oleh DC dan berharap pihak berwenang segera mengambil langkah-langkah yang sesuai.