Tiga sumber perparah banjir Sumut, PLTA dan tambang jadi sorotan

admin.aiotrade 06 Des 2025 2 menit 15x dilihat
Tiga sumber perparah banjir Sumut, PLTA dan tambang jadi sorotan

Identifikasi Sumber Utama yang Memperparah Banjir Sumatera

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq telah mengidentifikasi sumber utama yang memperparah banjir di Sumatera, khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Menurutnya, terdapat sedikitnya tiga sumber utama yang berkontribusi signifikan terhadap tekanan lingkungan. Ketiga sumber tersebut adalah kegiatan hutan tanaman industri, pembangunan listrik tenaga air yang masif, dan aktivitas penambangan emas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru.

Hanif menyatakan bahwa semua aktivitas ini memberi dampak besar terhadap kondisi lingkungan. Ia menekankan pentingnya pengambilan langkah-langkah penanganan yang berbasis data untuk memastikan keberlanjutan ekosistem. Pemetaan awal dilakukan melalui kombinasi pantauan udara dan pemeriksaan langsung di titik-titik yang diduga memperburuk limpasan air.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan


Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq ketika ditemui di Taman Mini Indonesia Indah, 20 Oktober 2025. Tempo/M. Faiz Zaki

Selain itu, kawasan hulu juga didominasi oleh lahan pertanian, baik lahan kering maupun lahan basah, yang turut memengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air hujan. Hal ini menjadi faktor tambahan yang memperparah risiko banjir.

Kementerian Lingkungan Hidup sedang melakukan verifikasi lapangan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh temuan dapat diikuti dengan tindakan korektif yang tepat. Menteri Hanif menegaskan bahwa pemulihan lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus melihat keseluruhan ekosistem sebagai satu kesatuan.

Ia menyoroti pola curah hujan ekstrem yang terjadi belakangan ini sebagai acuan baru dalam perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang. "Semua temuan ini harus dinilai dalam satuan lanskap yang utuh. Dengan intensitas hujan yang kini melampaui 250, bahkan 300 mm, KLH/BPLH akan review kembali seluruh persetujuan lingkungan yang berlaku di DAS Batang Toru," ujar Hanif.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup memperketat pengawasan terhadap aktivitas pemanfaatan ruang di kawasan rawan banjir dan longsor. Termasuk dua perusahaan yang diinspeksi mendadak di Batang Toru. Setiap kegiatan di lereng curam, hulu DAS, dan alur sungai kini diverifikasi ulang terhadap izin lingkungan dan kesesuaian tata ruang. Penegakan hukum akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi menambah risiko bencana.

Hanif Faisol masih melakukan verifikasi lapangan secara langsung terhadap perusahaan lainnya yang terindikasi berkontribusi signifikan pada tekanan lingkungan sehingga memperparah bencana banjir Sumatera. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan tidak hanya memenuhi standar lingkungan, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem yang ada.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan