
Warga Asal Papua di Gowa Didesak Melaporkan Aktivitas Mencurigakan
Sebuah video yang menampilkan tiga warga asal Papua membawa bendera Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di kawasan hutan Desa Belapunranga, Kabupaten Gowa, viral di media sosial. Kejadian ini memicu perhatian aparat TNI–Polri untuk segera mengecek kondisi dan memastikan situasi tetap aman.
Desa Belapunranga berada 37 km dari Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Daerah ini berbatasan dengan Desa Belabori, Desa Borisallo, Kelurahan Lanna/Bonto Parang, dan Kecamatan Pattallassang. Video yang berdurasi satu menit menampilkan tiga pria asal Papua berada di kawasan hutan tersebut. Salah satu dari mereka terlihat memegang sebatang kayu yang terpasang bendera berwarna merah dengan gambar bintang di bagian tengah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam video tersebut, seorang pria berkaos hijau mengucapkan pernyataan Hari Ulang Tahun Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Ia menyebutkan bahwa kegiatannya diisi dengan aktivitas menanam singkong. Perayaan HUT KNPB ke-16 dilakukan oleh kelompok warga Papua di Makassar, bertempat di Bili-Bili. Cuaca sedang hujan, namun mereka tetap melakukan aktivitas di bawah pimpinan 77.
Video itu kemudian viral di Facebook dan mendapat beragam tanggapan dari warganet. Personel Kodim 1409 Gowa bersama Polres Gowa langsung mendatangi lokasi pembuatan video. Aparat menyisir sejumlah rumah kebun dan lokasi yang diduga menjadi tempat pengambilan gambar untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Penjelasan dari Dandim Kodim 1409 Gowa
Dandim Kodim 1409 Gowa, Letkol Inf Heri Kuswanto, menegaskan bahwa peristiwa dalam video bukan pengibaran bendera. “Bukan pengibaran bendera, tetapi orang membawa bendera. Pengibaran kan ada artinya tersendiri. Ini hanya dibawa dan mereka menyatakan mendukung ulang tahun KNPB yang ke-16,” jelasnya saat ditemui wartawan di Kodim Gowa Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Selasa (16/12/2025) malam.
Menurut Heri, kelompok tersebut merupakan warga asal Papua di Makassar. Mereka melakukan aktivitas berkebun. “Orang Papua ini sudah lama kenal dengan warga setempat dan selama ini melakukan aktivitas bercocok tanam di sana,” ujarnya.
Namun kebaikan warga setempat disalahartikan dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Saat pemilik lahan tidak berada di lokasi, mereka kemudian membuat pernyataan dukungan terhadap organisasi KNPB sambil membawa bendera. “Kegiatan itu bertepatan dengan hari ulang tahun KNPB. Setelah yang punya lahan pulang, mereka membuat pernyataan dukungan dan membawa bendera organisasi tersebut,” ucapnya.
Langkah Pencegahan dan Edukasi
Heri mengaku telah berkoordinasi dengan Polres Gowa ihwal video viral tersebut. Pihaknya telah memberikan edukasi kepada warga agar tidak terjadi kegaduhan di tengah masyarakat. Ia mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas serupa guna dilakukan pencegahan dini.
“Kalau ada orang Papua di Gowa melakukan aktivitas seperti ini, mohon dilaporkan agar bisa dilakukan pencegahan dan tidak terulang kembali,” tegas Heri. Ia menyebutkan kegiatan tersebut telah masuk kategori kegiatan perlu diwaspadai dan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Gowa.
“Untuk selanjutnya kemungkinan akan dilakukan pemanggilan atau dimintai keterangan oleh pihak kepolisian,” ujarnya. Peristiwa itu diketahui terjadi 13 Desember 2025 lalu. Setelah kegiatan selesai, bendera yang dibawa tersebut kembali dilipat dan tidak dipasang secara permanen.
Peran Mahasiswa Asal Papua
Dalam video hanya terlihat tiga orang, namun berdasarkan informasi di lapangan, jumlah orang datang ke lokasi diperkirakan mencapai sekitar 25 orang. Mereka diketahui datang dengan alasan berkebun dan menanam, namun kemudian memanfaatkan momen tersebut untuk membuat pernyataan dukungan organisasi.
Mayoritas dari mereka merupakan mahasiswa asal Papua tinggal di asrama di Kota Makassar. Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Harapan kami, kalau ada orang-orang seperti ini segera melapor ke polisi atau TNI. Jangan sampai perbuatan baik disalahgunakan,” ujarnya.