Tiga Warga Tewas dan Delapan Rumah Hancur dalam Kebakaran di Banjarmasin

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Tiga Warga Tewas dan Delapan Rumah Hancur dalam Kebakaran di Banjarmasin
Tiga Warga Tewas dan Delapan Rumah Hancur dalam Kebakaran di Banjarmasin

Kebakaran Maut di Banjarmasin, Delapan Rumah Hangus dan Tiga Orang Tewas

Kebakaran yang terjadi di Jalan AES Nasution Gang Silaturahim RT 04, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, pada Jumat (7/11) pukul 05.10 Wita, menyebabkan duka mendalam bagi warga setempat. Kebakaran ini menghanguskan delapan rumah dan menewaskan tiga orang dalam satu keluarga.

Korban tewas adalah Tusradi (50), Marini (46), dan Nur Haliza (11). Jenazah ketiganya ditemukan dalam kondisi hangus di antara puing bangunan yang telah rata dengan tanah. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Ulin untuk diidentifikasi. Setelah disalatkan di musala kawasan kejadian pada Jumat siang, ketiga jenazah dibawa ke Lianganggang untuk dimakamkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Satu anak dari Tusradi yang tersisa, Ari, selamat karena saat kejadian berada di rumah temannya. Dia tampak didampingi keluarga dan kerabat saat berada di musala. Namun, Ari masih dalam kondisi trauma akibat peristiwa tersebut.

Penyebab Kebakaran dan Kesulitan Pemadam Kebakaran

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Banjarmasin, Hendro, api dengan cepat merembet karena sebagian besar rumah terbuat dari kayu dan berdempetan. Akses jalan yang hanya selebar dua meter juga turut menyulitkan pemadam mencapai titik api.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan tim di lapangan. Untuk sementara, semua korban sudah kami data dan evakuasi. Pemko juga akan menyiapkan langkah penanganan lanjutan untuk warga terdampak,” ujar Hendro.

Seorang tetangga korban tewas, Rohana, menyatakan sempat terdengar teriakan dari dalam rumah Tusradi yang akrab disapa Adi. “Anak saya sempat mendengar ada teriakan,” ujar Rohana, yang rumahnya juga ikut terbakar. Namun, kepanikan dan cepatnya kobaran api membuat seluruh warga sibuk menyelamatkan diri dan keluarga masing-masing.

Detik-Detik Awal Kebakaran

Berdasarkan kesaksian warga, api diduga berasal dari belakang rumah Tusradi, lalu merembet cepat ke bangunan sekitar. Dian, warga yang rumahnya ikut terbakar dan bertetangga langsung dengan korban, menceritakan detik-detik awal kejadian.

“Saya terbangun saat azan subuh. Setelah salat subuh, asap mulai terlihat. Saya curiga, lalu cek ke belakang dan api sudah besar sekali,” ujar Dian. Melihat kobaran api yang semakin besar, Dian segera menyelamatkan ibunya. Rumah beserta seluruh isinya tak terselamatkan.

Setelah berhasil menolong ibu, Dian segera berteriak minta tolong kepada warga kampung. Baru mereka sadar dan keluar semua. Relawan pemadam yang datang tak lama kemudian langsung berjibaku memadamkan api di gang sempit yang padat penduduk.

Temuan Mengejutkan Saat Pemeriksaan

Setelah api mereda dan kepulan asap berangsur menipis, pemeriksaan dilakukan relawan. Suasana semakin dramatis ketika petugas pemadam meneriakkan temuan mengejutkan. Sesosok tubuh ditemukan dalam kondisi terbakar di rumah Tusradi. “Ada yang terbakar, lekasi-lekasi!” teriak seorang petugas, memecah suasana yang sudah tegang.

Tak lama berselang, dua jasad lainnya ditemukan dalam rumah yang sama. Petugas pun segera mengambil kantong jenazah untuk menutupi tubuh para korban, sementara proses pemadaman masih terus berlangsung.

Proses Evakuasi Korban Tewas

Proses evakuasi korban tewas berlangsung penuh haru sekitar pukul 07.00 Wita. Petugas dan relawan pemadam segera mengangkat tiga jenazah. Korban dievakuasi dengan menggunakan kantong jenazah. Ketua RT Muh. Nazar Ilmi berulang kali meminta warga memberi ruang dan menghentikan pengambilan video.

“Beri jalan, beri jalan! Jangan ada yang mengambil video, tolong-tolong!” teriaknya dengan nada tegas.



Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan