
Respons Sigap Pemeraintah Pusat Terhadap Infrastruktur Strategis Aceh
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menunjukkan respons yang cepat terhadap usulan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, terkait pembangunan infrastruktur strategis di jalur lintas barat-selatan. Hal ini ditandai dengan penurunan tim khusus ke lokasi rencana Pembangunan Terowongan Paro–Kulu–Geurutee pada Senin, 20 Oktober 2025.
Kunjungan tim Bappenas ke kawasan Geurutee, yang merupakan perbatasan Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya, menjadi tanda kuat kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh. Pemerintah berkomitmen penuh untuk merealisasikan Terowongan Geurutee secara paralel dengan perbaikan geometrik di ruas Paro dan Kulu, menjadikannya prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Terowongan ini diyakini menjadi solusi permanen atas tantangan topografi yang curam dan rawan kecelakaan di jalur tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Ir. Mawardi, ST, menyampaikan bahwa Gubernur Aceh prihatin atas tingginya angka kecelakaan di ruas Paro, Kulu, dan Geurutee.
"Pembangunan terowongan ini adalah kebutuhan mendesak. Bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga untuk mendukung pemerataan ekonomi dan konektivitas antarwilayah, sejalan dengan visi pembangunan nasional," jelas Mawardi.
Dengan adanya terowongan, ia menambahkan, waktu tempuh dan biaya logistik akan berkurang signifikan, menjadikan mobilitas barang dan jasa di lintas barat-selatan Aceh lebih efisien.
Persiapan Teknis dan Percepatan Proyek
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Heri Yugiantoro, ST, MT, menegaskan kesiapan pihaknya menindaklanjuti kajian teknis. "Kajian mendalam akan dilakukan untuk mendapatkan konstruksi yang ideal, berkualitas, dan efisien, sehingga desain terowongan Geurutee memenuhi standar keamanan tertinggi dan memberikan manfaat jangka panjang," ujar Heri.
Kehadiran terowongan diprediksi akan memangkas jarak secara drastis. Untuk ruas Paro-Kulu: Dari semula sekitar 13 km lebih menjadi hanya 6 km dan segmen Geurutee: Dari 8 km lebih menjadi sekitar 2,7 km. Ini akan memperpendek waktu tempuh signifikan dari Banda Aceh menuju Aceh Jaya dan sekitarnya.
Pertemuan di lapangan, yang dihadiri oleh Mustaqim (Ketua Tim 1 Bappenas), perwakilan Kementerian PUPR, BPJN Aceh, Dinas PUPR Aceh, serta Pemkab Aceh Jaya, menghasilkan kesepakatan percepatan. Semua pihak sepakat memperkuat koordinasi mulai dari identifikasi izin, pembebasan lahan, hingga penyusunan dokumen perencanaan, dengan bekerja sesuai kewenangan masing-masing.
Langkah-Langkah Konkret dan Skema Pembiayaan
Mawardi menambahkan, Kementerian PUPR akan segera menindaklanjuti kajian teknis lanjutan. Setelah kunjungan ini, tim Bappenas akan mendiskusikan langkah-langkah konkret untuk mempercepat pembangunan. Selain aspek teknis, tim Bappenas juga membahas skema pembiayaan proyek yang akan dikonsultasikan lebih lanjut di Jakarta.
Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain pinjaman Luar Negeri, skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara murni. Kolaborasi ini menandai langkah maju dan keseriusan Pemerintah Pusat dalam mewujudkan infrastruktur konektivitas vital bagi kemajuan wilayah barat dan selatan Aceh.