Timbunan Tanah Longsor di Dekat Tol Cipularang Km 118 Dibersihkan

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 27x dilihat
Timbunan Tanah Longsor di Dekat Tol Cipularang Km 118 Dibersihkan

Peristiwa Longsoran Tanah di Jalan Tol Cipularang

Sebuah timbunan tanah longsor yang nyaris mendekati badan Jalan Tol Cipularang terjadi di Kilometer 118. Menurut informasi yang diberikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin, timbunan tersebut kini telah dikeruk menggunakan alat berat. “Tadi siang sudah normal lagi,” katanya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Longsoran terjadi pada sore hari hari Ahad lalu. Sumber tanah longsoran berasal dari sawah milik penduduk hingga menjebol tembok pembatas akses ke jalan tol. “Luas tanah yang longsor sekitar 5.000 meter persegi,” ujarnya.

Sebagian dari tanah longsoran masuk ke lubang dan saluran air jalan tol sehingga menutup aliran air. Akibatnya, terjadi genangan dekat jalan tol, khususnya di area yang menuju Bandung. Pengerukan dilakukan oleh pengelola jalan tol agar air tidak melimpas ke badan jalan.

Riwayat Kejadian Longsoran di Lokasi yang Sama

Asep menyatakan bahwa kasus longsoran serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu di lokasi tersebut. Daerah ini termasuk daerah rawan longsoran. “Jika salurannya tertutup, air akan naik dan bisa sampai ke jalan tol,” ujarnya. Ia menyarankan agar kondisi daerah tersebut dikaji lebih lanjut oleh Badan Geologi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kejadian Ini

Menurut Asep, tidak ada korban luka atau jiwa dalam kejadian longsoran tersebut karena di sekitar lokasi tidak ada rumah penduduk. Namun, sebelumnya pada Februari 2020 pernah terjadi longsoran di sisi Jalan Tol Cipularang di Kilometer 118 dekat Desa Sukatani, Kabupaten Bandung Barat.

Penyebab dan Rekomendasi dari PVMBG

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kasbani, saat itu mengungkapkan tiga faktor penyebab longsoran. Pertama, kemiringan lereng yang lebih dari 20 derajat. Kedua, karakter tanah yang merupakan hasil pelapukan dan tebal serta memiliki porositas atau daya serap air dan permeabilitas atau meloloskan air yang tinggi. Faktor ketiga adalah genangan air di seberang lokasi longsoran.

Saat itu, PVMBG merekomendasikan beberapa langkah pencegahan. Pertama, genangan air perlu dikeringkan di daerah longsoran. Kedua, membersihkan dan memperbaiki saluran drainase yang tersumbat. Ketiga, melakukan evaluasi gorong-gorong yang masih berada di atas lembah. Selain itu, selama penanganan mitigasi, struktural penahan lereng perlu dilakukan pembatasan beban kendaraan di jalan tol.

Langkah Pencegahan dan Evaluasi

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, diperlukan evaluasi terhadap kondisi geologis daerah tersebut. Hal ini penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas di Jalan Tol Cipularang. Dengan adanya pemeriksaan berkala dan pemeliharaan saluran drainase, risiko longsoran dapat diminimalkan.

Selain itu, masyarakat sekitar juga perlu diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait ancaman bencana longsoran. Dengan kerja sama antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, potensi bahaya dapat lebih mudah diatasi dan diminimalisir.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan