Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Erick Thohir Dipanggil DPR

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 10x dilihat
Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Erick Thohir Dipanggil DPR

Kegagalan Timnas Indonesia dan Tanggung Jawab Erick Thohir

Kegagalan Tim Nasional (Timnas) Indonesia dalam memenuhi kualifikasi Piala Dunia 2026 telah menjadi sorotan utama di kalangan masyarakat dan pihak-pihak terkait. Hal ini menimbulkan tuntutan agar ada pertanggungjawaban atas keputusan-keputusan yang diambil, termasuk oleh Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menyampaikan bahwa pihaknya akan memanggil Erick Thohir untuk memberikan penjelasan mengenai kegagalan Timnas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Menurutnya, Erick Thohir dianggap bertanggung jawab atas keputusan strategis yang berujung pada hasil yang tidak memuaskan.

Sebelumnya, Komisi X DPR RI juga pernah memanggil Erick Thohir terkait pergantian pelatih Timnas dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert. Penunjukan Kluivert disebut sebagai pilihan terbaik yang diambil setelah melalui kalkulasi matang, bahkan dengan dukungan naturalisasi pemain. Namun, akhirnya hasilnya justru gagal total.

“Saat itu beliau menyebut Patrick sebagai pilihan terbaik, hasil dari kalkulasi matang,” ujar MY Esti Wijayati. “Bahkan dengan dukungan naturalisasi. Tetapi sekarang hasilnya gagal total. Jadi, beliau harus bertanggung jawab.”

Kekecewaan Masyarakat dan Harapan yang Tinggi

Perempuan asli Yogyakarta tersebut menyadari bahwa kekecewaan masyarakat terhadap kegagalan Timnas Indonesia sangat besar. Rasa harap yang begitu tinggi untuk melihat Indonesia tampil di panggung dunia kini berubah menjadi rasa kecewa yang mendalam.

“Kekecewaan masyarakat itu sangat terasa. Saya sendiri jarang mengikuti sepak bola kecuali PSS Sleman,” kata Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut. “Tetapi untuk level nasional, semua berharap Timnas bisa lolos ke Piala Dunia.”

Esti menilai bahwa kegagalan ini bukan sekadar takdir, tetapi lebih kepada kesalahan dalam pengambilan keputusan. Salah satu hal yang disayangkan adalah keputusan PSSI mengganti Shin Tae-yong, yang dianggap berhasil meningkatkan performa Timnas Indonesia.

Pertanggungjawaban Erick Thohir

Karena jabatan Erick Thohir sebagai Menpora, DPR RI kini memiliki kewenangan untuk langsung memanggilnya dan mempertanggungjawabkan kegagalan Timnas Indonesia. Sebelumnya, ketika Erick hanya menjabat sebagai Ketua PSSI, DPR RI tidak bisa langsung memanggilnya karena harus melalui Kemenpora.

“Ada yang salah. Pelatih yang sedang berprestasi malah diberhentikan,” katanya. “Alasannya hanya karena sudah dihitung akan lebih baik. Faktanya tidak.”

Pemanggilan ini tidak hanya terkait dengan nasib Timnas Indonesia, tetapi juga mekanisme pembinaan atlet muda, tata kelola federasi, dan arah kebijakan olahraga nasional ke depan. Esti berharap agar pemanggilan ini menjadi titik balik pembenahan tata kelola sepak bola nasional.

“Kami akan bertanya detail. Ini bukan sekadar kalah tetapi menyangkut arah pembinaan sepak bola Indonesia,” ujar perempuan berusia 57 tahun tersebut. “Jangan sampai semangat besar publik justru padam karena salah urus.”

Harapan untuk Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Esti menegaskan bahwa pihaknya ingin sepak bola Indonesia maju. Namun, jika sistemnya masih salah, keputusan masih tertutup, dan kebijakan tidak berpihak pada prestasi, maka hasilnya akan tetap seperti ini.

“Kami ingin sepak bola Indonesia maju. Tetapi kalau sistemnya masih salah, keputusan masih tertutup, dan kebijakan tidak berpihak pada prestasi, maka hasilnya akan tetap seperti ini,” tegas Esti.

Dengan demikian, pemanggilan Erick Thohir menjadi langkah penting untuk mencari solusi dan memperbaiki tata kelola sepak bola nasional. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi sepak bola Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan