
Pemkab Mojokerto Perkuat Kesiapsiagaan Bencana dengan Bantuan Alat Pemadam Kebakaran
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus berupaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di kawasan yang padat penduduk. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyerahkan bantuan alat pemadam kebakaran (Damkar) kepada warga Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar. Penyerahan bantuan ini dilakukan dalam rangka Pembinaan dan Pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR), yang digelar pada Jumat (7/11) pagi.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Muhammad Albarraa, yang akrab disapa Gus Bupati. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa hibah ini merupakan komitmen Pemkab untuk meningkatkan kualitas pemukiman, khususnya di wilayah yang berisiko tinggi terhadap bencana, termasuk kebakaran pemukiman.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pemukiman, terutama di wilayah yang sebelumnya dikategorikan rawan kumuh, atau beresiko tinggi terhadap bencana termasuk kebakaran pemukiman," tegas Gus Bupati di Kantor Pemerintah Desa Kepuhanyar.
Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Program Penanganan Kumuh Terpadu dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, melaporkan bahwa lokasi Kepuhanyar sudah ditinjau Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 2 November lalu sebagai sasaran program.
"Bapak Bupati, selain fokus pada Rutilahu (rumah tidak layak huni) dan drainase, beliau juga mengarahkan agar potensi kebencanaan dipetakan dan ditindaklanjuti," jelas Kalaksa Rinaldi.
Gus Bupati juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada BPBD Kabupaten Mojokerto atas perannya dalam mendukung Program Penanganan Kumuh Terpadu dan keberhasilan pembentukan relawan REDKAR di desa tersebut.
"Kami mengapresiasi kepada BPBD atas terbentuknya relawan REDKAR. Relawan pemadam kebakaran nanti harus dibekali dengan pengetahuan terkait untuk menanggulangi kebakaran," pungkas Gus Bupati.
Jenis Bantuan yang Diserahkan
Berikut adalah beberapa jenis bantuan yang diberikan oleh Pemkab Mojokerto:
-
Satu unit kendaraan pemadam api roda tiga
Kendaraan ini dirancang untuk digunakan dalam operasi pemadaman kebakaran di area yang sulit dijangkau. -
35 buah alat pemadam api ringan (APAR)
APAR digunakan untuk memadamkan api dalam tahap awal, sehingga mencegah kebakaran menjadi lebih besar. -
Satu set jaket tahan api
Jaket ini diperlukan bagi relawan pemadam kebakaran agar dapat bekerja dengan aman saat menghadapi situasi darurat.
Tantangan dan Upaya Pemkab Mojokerto
Wilayah Kepuhanyar, yang termasuk dalam kawasan rawan kumuh, memiliki tantangan tersendiri dalam hal pengelolaan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana. Pemkab Mojokerto berupaya memperbaiki kondisi tersebut dengan berbagai program, termasuk penyediaan alat pemadam kebakaran dan pelatihan bagi relawan.
Selain itu, Pemkab juga melakukan pemetaan potensi kebencanaan di berbagai wilayah, termasuk daerah yang rentan terhadap kebakaran. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pihak siap menghadapi ancaman bencana secara cepat dan efektif.
Peran Relawan dalam Kesiapsiagaan Bencana
Relawan pemadam kebakaran (REDKAR) memainkan peran penting dalam kesiapsiagaan bencana. Mereka tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga membantu evakuasi korban dan memberikan pertolongan pertama.
Gus Bupati menekankan bahwa para relawan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menghadapi berbagai situasi darurat. Dengan demikian, mereka bisa bertindak dengan cepat dan tepat saat dibutuhkan.