
Peran ALINIA GROUP dalam Membangun Ekosistem Pangan yang Berkelanjutan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar tentang penyediaan makanan. Di baliknya, terdapat upaya besar dalam membangun ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan. ALINIA GROUP, sebuah kelompok usaha asal Sumatera Barat, telah mengambil peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
ALINIA GROUP kian mengintensifkan investasi di sektor pangan terintegrasi, sesuai dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan. Bagi ALINIA, MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga peluang untuk membangun perekonomian rakyat dari hulu sampai hilir.
Saat ini, ALINIA GROUP mengelola tujuh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah. Namun, langkah mereka tidak berhenti di dapur saja. Perusahaan ini justru sibuk menyiapkan sumber bahan baku sendiri mulai dari kebun, kolam ikan, hingga kemitraan dengan petani lokal agar pasokan tetap aman, harga stabil, dan kualitas terjaga.
Menyambut Ekspansi SPPG 2026
Dengan bertambahnya jumlah dapur SPPG pada tahun 2026, kebutuhan sayur, buah, dan protein hewani akan meningkat tajam. ALINIA pun merespons hal ini dengan membangun rantai pasok mandiri berbasis potensi daerah. Fokus utama mereka adalah produksi lokal, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Dari Pisang hingga Ikan, Semua Disiapkan
Beberapa unit strategi produksi yang telah dan sedang dikembangkan antara lain:
-
Perkebunan pisang barangan merah seluas 4,7 hektar di Nagari Koto Padang, Dharmasraya. Pisang ini menjadi salah satu sumber buah utama dapur SPPG karena produktivitas dan nilai gizinya.
-
Budidaya ikan lele dan nila sekitar 120 ribu ekor di kawasan Alinia Park & Resort Dharmasraya. Sistem panen bertahap diterapkan agar pasokan protein tetap stabil dan harga terkendali.
-
Ekspansi hortikultura seperti wortel, buncis, labu siam, dan kacang panjang melalui kemitraan dengan kelompok tani di Kabupaten Agam dan Alahan Panjang, Solok. Pola kemitraan ini menjamin serapan panen, harga yang adil, sekaligus peningkatan kapasitas petani.
MBG sebagai Mesin Ekonomi Baru
Drs. H. Marlis, MM, C.Med., pendiri dan CEO ALINIA GROUP, yang juga menjabat Ketua DPW HMD GEMAS Sumatera Barat, menegaskan bahwa MBG memiliki dampak jauh lebih luas dari sekedar menyediakan gizi.
“MBG bukan hanya program sosial, tapi fondasi bisa menjadi ekonomi baru. Petani, nelayan, UMKM, sampai pelaku usaha bisa tumbuh bersama dalam ekosistem ketahanan pangan,” ujarnya.
Melalui jaringan dapur SPPG, ALINIA GROUP menghadirkan pasar yang pasti dan sistem pembayaran transparan. Ini membuka peluang besar bagi koperasi, UMKM, kelompok tani, hingga investor untuk terlibat langsung dalam perekonomian riil yang berkelanjutan.
Tantangan dan Peluang di Tengah Perubahan
Dalam konteks yang lebih luas, ALINIA GROUP membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dibangun dari daerah pelan tapi pasti, dari dapur hingga sawah. Dengan pendekatan yang terarah dan berkelanjutan, perusahaan ini memberikan contoh nyata bagaimana inisiatif swasta dapat berkontribusi dalam memperkuat pangan nasional.
Dari kebijakan nasional hingga kesejahteraan lokal, ALINIA GROUP menunjukkan bahwa keberhasilan dalam menjaga ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Dengan kolaborasi yang baik, masa depan pangan Indonesia bisa lebih cerah dan lebih sejahtera.
Komentar
Kirim Komentar