
Kampus Udayana Perkuat Pendampingan Psikologis dan Literasi Mental
Universitas Udayana kini semakin memperkuat pendampingan psikologis dan literasi mental bagi mahasiswanya. Langkah ini diambil setelah meninggalnya Timothy Anugerah Saputra, seorang mahasiswa Program Studi Sosiologi FISIP angkatan 2022, yang diduga menjadi korban perundungan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram universitas, pihak kampus menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Timothy. Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang yang aman, berempati, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.
“Kami berduka atas kepergian salah satu mahasiswa terbaik kami. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk memperkuat empati dan rasa peduli antar sesama sivitas akademika,” ujar Sudarsana dalam pernyataannya.
Universitas Udayana juga menegaskan bahwa akan menindak tegas segala bentuk tindakan nir-empati, perundungan, atau kekerasan digital di lingkungan kampus. Selain penindakan, pihak kampus juga fokus pada langkah pencegahan melalui konseling dan pendampingan sebaya.
Sejak tahun 2024, Udayana telah membentuk tim ‘Konselor Sebaya’ melalui Biro Kemahasiswaan dan Unit Layanan Konseling (ULK). Mahasiswa dari tiap fakultas dilatih untuk menjadi pendamping sebaya yang siap memberikan dukungan emosional, konseling dasar, dan pertolongan pertama psikologis bagi rekan mahasiswa.
Langkah ini, menurut pihak universitas, merupakan bagian dari komitmen memperkuat literasi mental dan empati di kalangan mahasiswa. Udayana juga menyebut akan terus mengembangkan ruang-ruang aman dan suportif agar civitas akademika dapat belajar dan tumbuh tanpa rasa takut.
Upacara Peringatan untuk Mengenang Timothy
Pada malam Jumat, mahasiswa dan alumni FISIP Udayana menggelar ‘Renungan Malam’ di depan Gedung FISIP Kampus Sudirman, Denpasar, untuk mengenang Timothy. Mereka datang dengan mengenakan pakaian hitam, membawa lilin putih dan bunga sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terakhir bagi almarhum.
Peristiwa ini menjadi momen penting bagi seluruh komunitas kampus untuk merenung dan memperkuat komitmen terhadap keselamatan dan kesejahteraan mental mahasiswa. Dengan adanya program-program seperti ‘Konselor Sebaya’, Udayana berharap mampu menciptakan lingkungan kampus yang lebih ramah dan saling mendukung.
Inisiatif Peningkatan Kesadaran Mental
Selain program konselor sebaya, Udayana juga aktif dalam berbagai inisiatif lain yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Beberapa kegiatan rutin seperti seminar, workshop, dan pelatihan keterampilan sosial dilakukan secara berkala untuk memastikan mahasiswa memiliki wawasan yang cukup tentang cara menghadapi tekanan dan masalah psikologis.
Pihak kampus juga bekerja sama dengan berbagai organisasi dan lembaga terkait untuk memperluas jangkauan layanan konseling dan pendampingan. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki akses mudah ke sumber daya yang dibutuhkan.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski sudah ada berbagai program dan inisiatif, tantangan tetap ada. Perundungan dan kekerasan digital masih menjadi isu yang sering muncul, terutama di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, Udayana terus berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi kepada seluruh civitas akademika.
Harapan besar diarahkan pada pembentukan budaya kampus yang lebih inklusif dan saling mendukung. Dengan kerja sama antara mahasiswa, dosen, dan staf administrasi, Udayana berharap bisa menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi semua pihak.
Kesimpulan
Peristiwa kehilangan Timothy menjadi momentum penting bagi Udayana untuk memperkuat komitmen terhadap kesehatan mental dan empati di kalangan mahasiswa. Dengan berbagai program dan inisiatif yang telah dijalankan, kampus berharap mampu menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih aman bagi seluruh civitas akademika.