Tingkat melek huruf Jakarta tinggi, tetapi minat baca warga jadi tantangan gubernur Pramono

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 23x dilihat
Tingkat melek huruf Jakarta tinggi, tetapi minat baca warga jadi tantangan gubernur Pramono
Tingkat melek huruf Jakarta tinggi, tetapi minat baca warga jadi tantangan gubernur Pramono

Jakarta: Literasi Tinggi Tapi Minat Baca Masih Perlu Ditingkatkan

Jakarta menjadi salah satu provinsi dengan tingkat literasi tertinggi di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat melek huruf warga berusia di atas 15 tahun mencapai 99,71 persen pada tahun 2025. Meski angka ini sangat tinggi, tingkat kegemaran membaca hanya berkisar di angka 72,19 persen. Angka ini masih berada di bawah beberapa provinsi lain seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memiliki tingkat gemar membaca hingga 79,99 persen.

Data Tinggi Bukan Jaminan Kualitas Membaca

Meskipun tingkat melek huruf hampir mencapai 100 persen, posisi Jakarta dalam hal minat baca justru berada di peringkat 10. Hal ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kembali minat baca masyarakat. Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Hikmat Kurnia, menyatakan bahwa meskipun tingkat literasi tinggi, diperlukan upaya-upaya lebih lanjut untuk menggairahkan minat baca.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Memang tingkat literasi di Jakarta tinggi, tapi harus ada upaya-upaya untuk menggairahkan lagi,” ujar Hikmat saat hadir dalam acara Jakarta Literaria 2025 di Pos Bloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).

Literasi Tak Sekedar Membaca

Hikmat menekankan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada aktivitas membaca. Literasi juga melibatkan kemampuan memahami fenomena sosial yang berkembang. Menurutnya, literasi bertujuan untuk memperbaiki kualitas diri dan membangun masyarakat yang lebih baik.

“Literasi itu bertujuan untuk memperbaiki kualitas diri. Karena untuk menghasilkan kualitas masyarakat yang baik, bangsa yang baik itu harus dimulai dari individu yang literer,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa literasi adalah kunci agar masyarakat tidak sekadar mengikuti arus. “Literasi bisa menjawab kenapa fenomena itu terjadi. Itu lebih penting supaya kita tidak menjadi sekadar pengikut, namun aktor,” tambahnya.

Hadir Merawat Ekosistem Literasi

Kesadaran akan pentingnya merawat literasi menjadi dasar digelarnya Jakarta Literaria 2025 oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta. Program & Creative Director Jakarta Literaria 2025, Arie Wahyudi Prasetya, menjelaskan bahwa acara ini merupakan upaya konkret dari Pemprov DKI Jakarta.

“Jakarta Literaria adalah upaya konkret Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memperkuat ekosistem dunia penerbit dan literasi sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif,” kata Arie.

Ruang Inklusif bagi Pelaku Literasi dan Kreatif

Arie menjelaskan bahwa Jakarta Literaria dirancang sebagai ruang pertemuan yang inklusif bagi berbagai elemen. Tujuan utamanya adalah memberikan ruang bagi penulis, penerbit, illustrator, komunitas, pelajar, dan para pelaku kreatif untuk saling berkolaborasi dan berinovasi.

“Kami ingin Jakarta Literaria menjadi ruang pertemuan yang inklusif—tempat penulis, penerbit, illustrator, komunitas, pelajar, dan para pelaku kreatif bisa saling berkolaborasi, berinovasi, dan melahirkan karya-karya baru,” ujarnya.

Ada Bazaar Buku

Meskipun Jakarta Literaria menghadirkan bazaar buku, fokus acara tidak hanya pada penjualan. Arie menegaskan bahwa tujuan utama adalah meningkatkan praktik literasi masyarakat.

“Acara ini tidak berfokus pada target penjualan buku, melainkan pada pengaplikasian program-program yang secara langsung dapat meningkatkan praktik literasi, khususnya di Kota Jakarta,” ujarnya.

Melalui berbagai format acara, literasi diharapkan hadir lebih dekat dengan keseharian warga. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas akses, menumbuhkan minat, serta membangun ekosistem literasi yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan di Jakarta.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan