Tingkatkan Ekonomi Sumbar, Pemkab Lima Puluh Kota Percepat Hilirisasi Gambir


aiotrade,
PADANG - Gubernur Sumatra Barat menyoroti pentingnya rencana pembangunan hilirisasi komoditas gambir. Daerah yang dikenal sebagai penghasil terbesar gambir di Ranah Minang, yaitu Kabupaten Lima Puluh Kota, diminta untuk fokus pada upaya ini.

Pembangunan hilirisasi komoditas gambir sejalan dengan visi nasional. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan komitmen untuk mendukung hadirnya hilirisasi komoditas gambir, sebagai langkah meningkatkan nilai ekonomi dari produk tersebut.

“Salah satu fokus utama yang didorong adalah hilirisasi agroindustri, khususnya komoditas gambir yang menjadi andalan Lima Puluh Kota. Kami berharap gambir tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah menjadi produk turunan seperti katekin yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” ujar gubernur dalam keterangan resmi.

Mahyeldi menekankan bahwa rencana pembangunan hilirisasi komoditas gambir ini merupakan visi nasional. Oleh karena itu, perlu adanya penyamaan langkah dan peningkatan sinergitas antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Hal ini dilakukan untuk menghadapi tantangan yang terus muncul setiap tahun.

Percepatan pembangunan tahun 2026 harus dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Salah satu fokus utama yang didorong adalah hilirisasi agroindustri, terutama komoditas gambir yang menjadi andalan Lima Puluh Kota.

“Tidak hanya Pemkab Lima Puluh Kota saja yang perlu gerak cepat soal komoditas gambir ini, tapi juga Pemkab Pesisir Selatan yang merupakan penghasil gambir kedua di Sumbar. Kedua daerah ini perlu bersinergi agar rencana hilirisasi komoditas gambir bisa berjalan pada tahun 2026 ini,” tegasnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatra Barat mencatat tren ekspor gambir yang menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh permintaan global yang semakin membaik.

Kepala Disperindag Sumbar Novrial menjelaskan bahwa pada tahun 2023, ekspor gambir mencapai 11.865 ton, sedangkan pada 2024 mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar.

“Potensi ekspor gambir masih besar, karena Sumbar memasok sekitar 80% kebutuhan gambir dunia. Kami juga mendorong perluasan pasar dan penataan tata niaga gambir nasional,” ujarnya.

“Ekspor ini sangat penting, agar kita tidak hanya bergantung pada pasar India yang saat ini menjadi tujuan utama ekspor gambir Indonesia,” tambahnya.

Langkah-Langkah Strategis untuk Pengembangan Gambir

  • Peningkatan Sinergi Antar Daerah
    Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menekankan pentingnya kerja sama antar daerah, khususnya antara Kabupaten Lima Puluh Kota dan Pesisir Selatan. Keduanya memiliki potensi besar dalam produksi gambir dan perlu bekerja sama untuk mempercepat proses hilirisasi.

  • Pengembangan Produk Turunan
    Upaya hilirisasi akan fokus pada pengembangan produk turunan seperti katekin. Produk ini memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan gambir dalam bentuk mentah.

  • Perluasan Pasar Ekspor
    Meski pasar India masih menjadi tujuan utama, pemerintah juga berupaya memperluas pasar ekspor ke negara-negara lain. Ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar dan meningkatkan stabilitas ekonomi.

  • Peningkatan Produksi dan Kualitas
    Diperlukan upaya peningkatan produksi dan kualitas gambir agar dapat memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Ini termasuk penerapan teknologi dan metode pertanian yang lebih modern.

  • Penguatan Sistem Niaga Gambir Nasional
    Pemerintah juga berkomitmen untuk menata sistem niaga gambir nasional, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam perdagangan gambir.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan