Tingkatkan Kemampuan Pengurus Kopdes Merah Putih, Diskop UKM Bima Gelar Pelatihan

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Tingkatkan Kemampuan Pengurus Kopdes Merah Putih, Diskop UKM Bima Gelar Pelatihan
Tingkatkan Kemampuan Pengurus Kopdes Merah Putih, Diskop UKM Bima Gelar Pelatihan

Pelatihan Perekonomian untuk Pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Bima

Dalam upaya memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kompetensi manajerial pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima menggelar pelatihan perekonomian bagi pengurus KDMP dari empat kecamatan, yaitu Bolo, Madapangga, Donggo, dan Soromandi. Kegiatan ini berlangsung di Gedung SKB Kecamatan Bolo pada Senin (20/10/25).

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bima dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat desa. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pengurus koperasi dapat lebih memahami tata kelola yang baik serta mampu menjalankan operasional koperasi secara efisien.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima, Drs. Dahlan H. Muhammad, yang mewakili Bupati Bima, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan tata kelola koperasi desa. Ia menyampaikan bahwa pengurus Kopdes perlu memperkuat kelembagaan koperasi serta aktif melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat yang bergabung menjadi anggota.

“Pengurus Kopdes perlu memperkuat kelembagaan koperasi, serta aktif melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat yang bergabung menjadi anggota,” ujar Dahlan.

Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan dokumen legalitas koperasi. Menurutnya, pengurus KDMP wajib memenuhi kelengkapan administrasi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Induk Koperasi (NIK), NPWP, rekening bank, serta dokumen pendukung lainnya.

“Pengurus KDMP wajib memenuhi kelengkapan administrasi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Induk Koperasi (NIK), NPWP, rekening bank, serta dokumen pendukung lainnya,” jelasnya.

Dahlan turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima atas dukungan penuh terhadap pengembangan koperasi di tengah keterbatasan anggaran yang ada. Ia berharap dukungan tersebut dapat terus diberikan agar koperasi desa bisa berkembang lebih pesat.

Sementara itu, Kabid Kelembagaan dan Pemberdayaan Koperasi, M. Tohir, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kelanjutan dari enam tahap kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Sanggar dan Tambora, yang dipusatkan di Desa Kore.

“Saat ini, sebagian KDMP sedang mematangkan proposal bisnis untuk dibahas dalam musyawarah desa khusus (Musdessus). Hasilnya akan diunggah melalui akun SIMKOPDES sebagai bagian dari kelengkapan pengajuan kemitraan dan pembiayaan,” jelas Tohir.

Pelatihan ini juga difokuskan pada peningkatan kemampuan teknologi informasi (IT) bagi para pengurus KDMP agar lebih adaptif terhadap sistem digital koperasi.

“Hingga kini sudah ada 155 KDMP yang memiliki akun SIMKOPDES, dan ke depan kami targetkan seluruh KDMP di Kabupaten Bima dapat terhubung dan aktif menggunakan sistem ini,” pungkasnya.

Fokus pada Penguatan Kapasitas dan Sosialisasi

Salah satu aspek utama dalam pelatihan ini adalah penguatan kapasitas pengurus koperasi. Para peserta diajarkan tentang cara mengelola koperasi secara profesional, termasuk dalam hal administrasi, keuangan, dan pemasaran produk. Selain itu, mereka juga diberikan pengetahuan tentang pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar semakin banyak anggota yang bergabung.

  • Pelatihan ini mencakup berbagai topik seperti:
  • Manajemen koperasi
  • Pemahaman hukum dan regulasi koperasi
  • Pengelolaan keuangan
  • Pemasaran produk dan layanan
  • Teknologi informasi dalam pengelolaan koperasi

Selain itu, pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi pengurus koperasi untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan sesama pengurus dari kecamatan lain. Hal ini diharapkan dapat memperkuat jaringan antar koperasi dan meningkatkan kolaborasi dalam menjalankan usaha bersama.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan