Tingkatkan Produksi Migas, Blok Walio Papua Terapkan CEOR

admin.aiotrade 30 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Tingkatkan Produksi Migas, Blok Walio Papua Terapkan CEOR

Penerapan Teknologi CEOR di Lapangan Walio

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bekerja sama dengan Petrogas (Basin) Ltd. telah memulai penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Walio, yang terletak di Wilayah Kerja Kepala Burung, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan produksi minyak dengan cara menyuntikkan bahan kimia ke dalam reservoir agar sisa minyak dapat diproduksikan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Proyek ini ditandai dengan injeksi perdana CEOR yang dilakukan oleh Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus. Proyek tersebut merupakan bagian dari pemenuhan Komitmen Kerja Pasti (KKP) Wilayah Kerja Kepala Burung.

Menurut Rikky, injeksi awal ini menjadi tonggak penting dalam rencana pengembangan CEOR di Lapangan Walio. Ia menjelaskan bahwa proyek percontohan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kewajiban kerja, tetapi juga diharapkan menghasilkan data positif yang memenuhi kriteria keberhasilan teknologi CEOR.

"Injeksi perdana ini merupakan milestone penting. Jika hasil pilot project memenuhi target, maka pengembangan CEOR skala komersial dapat dilanjutkan," ujar Rikky dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa pengembangan CEOR skala penuh akan dikombinasikan dengan struktur baru hasil eksplorasi. Metode ini berpotensi menambah cadangan migas, meningkatkan produksi, serta memperpanjang umur lapangan di Wilayah Kerja Kepala Burung.

Dampaknya diharapkan mampu memberikan keuntungan bagi operator, menambah penerimaan negara, dan menggerakkan industri penunjang hulu migas. "Proyek ini membuktikan bahwa lokasi yang terpencil bukan menjadi hambatan. Dengan komitmen dan kerja keras, seluruh persiapan dapat dijalankan dengan baik," kata Rikky.

Ia berharap keberhasilan proyek ini dapat menjadi contoh bagi kontraktor kontrak kerja sama lain yang mengelola lapangan potensial EOR, termasuk di wilayah dengan infrastruktur migas yang lebih matang seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Komitmen Perusahaan dalam Mengoptimalkan Produksi Minyak Nasional

Sementara itu, President RH Petrogas Companies Indonesia, Ferry Hakim, menyampaikan bahwa proyek CEOR Walio merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan produksi minyak nasional. "Keberhasilan proyek ini akan membuka peluang pengembangan CEOR di area yang lebih luas serta memperkuat strategi jangka panjang peningkatan produksi dan perolehan minyak," ujar Ferry.

Proyek CEOR Walio menggunakan pola injeksi lima titik, yang terdiri dari satu sumur injeksi dan empat sumur produksi. Injeksi diarahkan ke Reservoir Kais, formasi karbonat yang telah berproduksi lebih dari 40 tahun dan menjadi sumber utama minyak di Wilayah Kerja Kepala Burung.

Pelaksanaan proyek percontohan ini didukung oleh fasilitas permukaan khusus, seperti unit injeksi surfaktan-polimer, sistem pengolahan air, serta jaringan flowline. Secara keseluruhan, proyek diperkirakan berlangsung selama 30 hingga 35 bulan hingga evaluasi teknis akhir selesai dilakukan.

Lapangan Walio dikenal sebagai lapangan minyak terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia bagian timur. Lokasinya berada sekitar tiga kilometer dari Kasim Marine Terminal dan menjadi salah satu pusat produksi utama di Wilayah Kerja Kepala Burung.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan