Prioritas Keuangan yang Harus Diperhatikan
Digitalisasi keuangan telah memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai produk finansial. Mulai dari layanan paylater untuk kebutuhan harian hingga investasi saham dan reksadana yang kini bisa dimulai dengan modal kecil. Namun, kemudahan ini justru menimbulkan dilema, terutama bagi generasi muda. Apakah lebih baik melunasi cicilan dan paylater terlebih dahulu atau langsung fokus pada investasi untuk masa depan?
Berikut beberapa tips mengelola prioritas keuangan agar tetap sehat dan seimbang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Utang Berbunga Tinggi Wajib Jadi Prioritas Utama

Layanan Buy Now, Pay Later (BNPL) atau paylater semakin diminati masyarakat Indonesia. Data PT Pefindo Biro Kredit (IdScore) per Agustus 2025 menunjukkan, portofolio kredit BNPL melonjak 40,79 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp44,35 triliun. Pengguna terbesar berasal dari generasi milenial dengan porsi 46,37 persen.
Direktur PT Bahana TCW Investment Management, Danica Adhitama, menilai tingginya penggunaan layanan keuangan tidak selalu diiringi perilaku finansial yang bijak. "Banyak investor muda yang semangat membeli saham atau reksadana, tetapi pada saat yang sama masih terjerat paylater atau cicilan berbunga tinggi yang tidak terkelola," ujar Danica.
Menurut dia, utang berbunga tinggi harus menjadi prioritas utama untuk dilunasi. Pasalnya, bunga utang memiliki efek compounding negatif yang bisa menggerus hasil investasi. "Melunasi utang berbunga tinggi adalah prioritas utama. Efek compounding negatif dari bunga utang bisa menghapus potensi keuntungan investasi dalam sekejap," kata Danica.
Kelola Cicilan Jangka Panjang dengan Perencanaan Matang

Setelah utang berbunga tinggi terkendali, tahap berikutnya adalah mengelola cicilan jangka menengah hingga panjang, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Danica menjelaskan, cicilan jenis ini relatif lebih mudah direncanakan karena bersifat prediktabel dan memiliki opsi restrukturisasi atau refinancing.
Sebagai contoh, KPR dengan skema fixed rate biasanya menawarkan cicilan tetap selama 5–10 tahun pertama. Hal ini memudahkan perencanaan anggaran bulanan tanpa harus khawatir lonjakan cicilan mendadak. Dengan cicilan yang tertata, kondisi keuangan akan lebih stabil dan memberi ruang untuk mulai menumbuhkan aset.
Investasi Jadi Langkah Berikutnya untuk Lawan Inflasi

Setelah utang dan cicilan berada dalam kontrol, investasi bisa menjadi langkah lanjutan. Tujuannya bukan sekadar mencari untung, tetapi menjaga nilai uang agar tidak tergerus inflasi. "Investasi, pada intinya adalah cara kita menumbuhkan uang untuk melawan inflasi dan membangun kekayaan jangka panjang," ujar Danica.
Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi pun terus meningkat. Data Statistik Pasar Modal OJK mencatat, per Oktober 2025 jumlah investor saham di BEI mencapai 14,2 juta, tumbuh 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara dana kelolaan reksadana menyentuh Rp250 triliun.
Danica menambahkan, investasi bisa dimulai sesuai kemampuan dan tujuan masing-masing. "Apa pun tujuan jangka pendek, menengah, maupun panjang, mulai dari membeli gadget, liburan keluarga, membuka usaha, hingga dana pensiun, semuanya bisa dipersiapkan dengan berinvestasi dari sekarang," kata Danica.
Keseimbangan dalam Mengelola Keuangan
Pada akhirnya, mengelola keuangan bukan soal memilih antara cicilan atau investasi. Kuncinya ada pada keseimbangan. Lunasi utang yang memberatkan, kelola cicilan produktif dengan bijak, dan tanam investasi untuk masa depan. Dengan demikian, keuangan akan tetap sehat dan siap menghadapi tantangan di masa depan.