Peran PT Trans Indonesia Superkoridor dalam Pembangunan Infrastruktur Digital Nasional
PT Trans Indonesia Superkoridor (TIS) kembali memperkuat perannya dalam pembangunan infrastruktur digital nasional melalui penandatanganan Letter of Intent (LOI). Penandatanganan LOI ini dilakukan untuk pengembangan rute kabel laut Jakarta–Manado sebagai bagian dari TGCS Phase 2. Dengan langkah ini, TIS mengambil posisi strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu digital hub terpenting di kawasan Asia Pasifik.
“Kami ingin memastikan TIS tidak hanya mengikuti, tetapi memimpin pertumbuhan kebutuhan digital Indonesia,” ujar Direktur Utama TIS, Revolin Simulsyah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Potensi yang Dilihat TIS

Pertumbuhan pesat data center di Jakarta, Batam, dan Surabaya, serta potensi besar di Makassar dan Manado menjadikan kebutuhan akan konektivitas berkapasitas tinggi dengan latensi rendah semakin mendesak. Interkoneksi DC-to-DC menjadi elemen kritikal untuk memastikan ketersediaan layanan cloud, hyperscale, dan layanan digital secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia.
Subsea Cable dari Jakarta-Batam

Sebelumnya, TIS membangun subsea cable TGCS Phase 1 yang menghubungkan Jakarta–Batam sebagai salah satu jalur strategis interkoneksi DC-to-DC. Untuk saat ini, TIS melanjutkan ekspansinya ke kawasan timur Indonesia untuk meningkatkan kapasitas, ketahanan, dan jangkauan jaringan subsea cable nasional.
"Pengembangan rute Jakarta–Manado melalui TGCS Phase 2 menegaskan komitmen TIS dalam membangun backbone telekomunikasi Indonesia yang semakin kuat, andal, dan siap mendukung transformasi digital nasional," tutur Revolin.
Peran dan Fungsi Subsea Cable

Dalam konteks tersebut, jaringan subsea cable memiliki peran penting dalam sistem telekomunikasi. Relatif terhadap infrastruktur terrestrial, kabel laut membawa 99 persen traffic data di dunia. Selain itu, subsea cable dapat berfungsi sebagai jalur proteksi untuk jaringan terrestrial, sehingga memastikan kontinuitas layanan apabila terjadi gangguan pada jaringan terrestrial.
Isu Terkait Kabel Bawah Laut
Beberapa isu terkait kabel bawah laut juga muncul, seperti kasus kapten kapal China yang diduga merusak kabel bawah laut Taiwan. Kapten kapal tersebut dikenai tuntutan hukum karena diduga menyebabkan putusnya kabel bawah laut. Dalam kasus lain, kru kapal China ditahan setelah diduga menyebabkan kerusakan pada kabel bawah laut Taiwan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kabel bawah laut dalam menjaga stabilitas komunikasi global.