
JAKARTA, aiotrade
Sebuah momen yang penuh makna terjadi dalam acara penganugerahan gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Anak-anak dari Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, tampak berpelukan setelah ayah mereka resmi dianugerahi gelar tersebut.
Momen itu berlangsung saat para undangan memberikan selamat kepada keluarga pahlawan nasional sebelum acara selesai pasca pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pemberian gelar tersebut. Titiek Soeharto, anggota DPR RI, turut hadir dalam acara tersebut dan berbaris bersama para menteri untuk memberikan ucapan selamat kepada keluarga Soeharto.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Saat tiba di depan kedua kakaknya, Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto, Titiek tampak memeluk keduanya secara bergantian. Wajah cerah terlihat di wajahnya sambil sesekali menepuk punggung sang kakak berkali-kali.
Setelahnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, yang berada di belakang Titiek, juga ikut menyalami Bambang dan Tutut.
Soeharto diangkat sebagai pahlawan nasional dalam bidang perjuangan bersenjata dan politik. Ia mendapatkan gelar tersebut karena perjuangan yang signifikan sejak masa kemerdekaan.
"Jenderal Soeharto menonjol sejak masa kemerdekaan. Sebagai wakil komandan BKR Yogyakarta ia memimpin pelucutan senjata di Jepang, Kota Baru 1945," ujar narator saat Prabowo memberikan tanda gelar kepada ahli waris yang menerima.
Totalnya, ada 10 nama yang dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo hari ini. Berikut daftar lengkapnya:
- Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam)
- Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto (Bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik)
- Almarhumah Marsinah (Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan)
- Almarhum Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Bidang Perjuangan Hukum dan Politik)
- Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)
- Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Bidang Perjuangan Bersenjata)
- Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin (Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi)
- Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)
- Almarhum Tuan Rondahaim Saragih (Bidang Perjuangan Bersenjata)
- Almarhum Zainal Abidin Syah (Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi)
Acara ini menjadi momen penting bagi keluarga besar Soeharto, yang sekaligus menjadi penghargaan atas jasa-jasanya dalam sejarah bangsa Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, banyak pihak menyampaikan apresiasi atas keputusan Presiden Prabowo untuk mengangkat tokoh-tokoh yang telah berkontribusi signifikan dalam berbagai bidang.
Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara para pejabat negara dengan keluarga besar para pahlawan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa penghargaan yang diberikan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan dedikasi yang telah dilakukan.
Dengan penganugerahan ini, diharapkan semangat perjuangan para pahlawan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Mereka diingatkan bahwa setiap kontribusi, baik dalam bidang politik, hukum, pendidikan, maupun sosial, memiliki nilai yang tak ternilai.