Tito Karnavian: Perubahan Arah Ekonomi Nasional di Era Prabowo, Sistem Ekonomi Kerakyatan

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 11x dilihat
Tito Karnavian: Perubahan Arah Ekonomi Nasional di Era Prabowo, Sistem Ekonomi Kerakyatan

Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Ekonomi Kerakyatan

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sriwijaya, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D, menyampaikan pandangan mengenai pergeseran arah pembangunan ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintahan saat ini sedang melakukan perubahan besar menuju sistem ekonomi yang lebih berorientasi pada kepentingan rakyat.

Sebelumnya, Indonesia lebih cenderung berada di bawah sistem ekonomi liberal kapitalis. Namun kini, pemerintah mulai beralih ke sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada prinsip keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Pergeseran ini terlihat dari berbagai program pemerintah yang berpihak pada masyarakat ekonomi lemah dan berlandaskan semangat keadilan sosial,” ujar Tito dalam orasi ilmiah bertajuk “Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Indonesia Emas 2045” pada Dies Natalis ke-65 Universitas Sriwijaya di Palembang, Senin, 3 November 2025.

Tito menjelaskan bahwa arah baru ekonomi kerakyatan ini sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Ia menilai bahwa kebijakan ekonomi era Prabowo menunjukkan komitmen untuk mengoreksi ketimpangan sosial yang muncul akibat sistem liberal kapitalis.

“Sebelumnya, sistem ekonomi cenderung membuat yang kaya makin kaya, sementara yang lemah sulit naik kelas,” kata Tito. “Kini, melalui kebijakan sosial kerakyatan, kesejahteraan lebih diarahkan untuk seluruh lapisan masyarakat.”

Program yang Menggambarkan Perubahan Ekonomi

Ia mencontohkan beberapa program yang mencerminkan pergeseran tersebut, seperti bantuan sosial, beasiswa bagi rakyat kurang mampu, program Makan Bergizi Gratis (MBG), revitalisasi sekolah, pembangunan perumahan rakyat, hingga pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. “Seluruhnya adalah bentuk konkret dari upaya membangun ekonomi berkeadilan sosial,” tegasnya.

Tito juga menekankan bahwa arah ekonomi baru ini bukan hanya soal pemerataan kekayaan, tetapi juga penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, Indonesia tidak akan bisa menjadi negara maju hanya dengan mengandalkan kekayaan alam.

“Negara maju selalu bertumpu pada SDM unggul,” katanya. “Karena itu, perguruan tinggi harus berperan sebagai think tank yang melahirkan generasi produktif, inovatif, dan berintegritas untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Potensi Indonesia di Masa Depan

Lebih lanjut, ia mengutip data dari World Bank dan McKinsey yang menunjukkan bahwa Indonesia berpotensi menjadi negara dominan nomor empat di dunia pada 2045, di bawah China, India, dan Amerika Serikat. Potensi tersebut, kata Tito, hanya bisa tercapai jika arah ekonomi nasional dijalankan dengan prinsip kerakyatan yang inklusif.

“Dengan sistem ekonomi yang berkeadilan sosial dan ditopang SDM unggul, saya yakin Indonesia akan keluar dari jebakan pendapatan menengah dan benar-benar menjadi negara maju di 2045,” pungkas Tito.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan