Tjokro Group Siap Ambil Alih Mayoritas Saham GPSO dari Karnadi Margaka

admin.aiotrade 10 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Tjokro Group Siap Ambil Alih Mayoritas Saham GPSO dari Karnadi Margaka

Rencana Pengambilalihan Saham oleh Tjokro Group

Tjokro Group sedang merancang pengambilalihan saham mayoritas PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) dari Karnadi Margaka, yang merupakan pemegang saham pengendali. Informasi ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Rencana pengambilalihan ini dilakukan oleh PT PIMSF Pulogadung, yang berencana mengakuisisi 45,45% dari total modal yang disetor dan ditempatkan dalam GPSO. Setelah transaksi selesai, PT PIMSF akan menjadi pengendali baru dari perusahaan tersebut. Direktur Utama PT PIMSF, Adi Sulaiman, menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan perjanjian jual beli saham yang akan ditandatangani dalam waktu dekat.

PT PIMSF akan melakukan penawaran tender wajib sesuai ketentuan Peraturan OJK No. 9/2018 setelah transaksi selesai. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa mekanikal, sipil, dan pabrikasi.

Sebelumnya, GPSO yang merupakan emiten jasa survei tengah mematangkan rencana divestasi saham mayoritas kepada calon investor baru. Direktur Utama GPSO, Karnadi Margaka, menyampaikan bahwa pembicaraan sedang berlangsung, meski identitas calon investor belum dapat diungkap.

"Perseroan memiliki rencana divestasi dalam beberapa waktu ke depan. Adanya perencanaan pengambilalihan saham mayoritas dalam tiga bulan ke depan," ujar Karnadi dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (6/10/2025).

Saat ini, Karnadi masih tercatat sebagai pemegang saham terbesar sekaligus ultimate beneficial owner (UBO) dengan kepemilikan 350 juta saham atau 52,49% per 29 September 2025. Dalam pernyataan yang sama disebutkan bahwa manajemen GPSO juga tidak mengetahui adanya aktivitas gadai saham (repo) oleh pemegang saham serta tidak pernah menerima dana yang bersumber dari aktivitas tersebut.

Manajemen perusahaan juga mengaku belum mengetahui faktor yang mendorong pergerakan harga saham. Saham GPSO sempat melonjak pada 15 September 2025 menyusul kabar akuisisi, hingga akhirnya disuspensi sejak 26 September di level Rp880 per saham. Dalam setahun terakhir, saham emiten peralatan survei ini sudah naik hingga 881,31%.

Proses dan Langkah Berikutnya

Proses pengambilalihan saham ini akan melibatkan berbagai tahapan yang harus dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku. Selain itu, PT PIMSF juga akan memastikan bahwa semua prosedur hukum dan regulasi terkait telah dijalankan secara benar dan transparan.

Pihak manajemen GPSO juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kelancaran proses pengambilalihan. Hal ini termasuk dalam mempercepat proses perjanjian jual beli saham yang akan segera ditandatangani.

Selain itu, pihak perusahaan juga akan terus memantau kondisi pasar dan respons dari para pemegang saham terhadap perubahan kepemilikan saham. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas perusahaan dan memberikan rasa aman bagi seluruh pihak yang terlibat.

Dengan adanya rencana pengambilalihan saham ini, diharapkan GPSO dapat memperkuat posisinya di pasar dan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Selain itu, pengambilalihan ini juga bisa menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan dan peluang di industri jasa survei yang semakin dinamis.

Potensi Dampak dan Harapan Masa Depan

Perubahan kepemilikan saham ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi GPSO. Dengan masuknya PT PIMSF sebagai pengendali baru, perusahaan akan mendapatkan akses ke sumber daya dan pengalaman yang lebih luas. Hal ini dapat memperkuat kapasitas operasional dan inovasi perusahaan.

Di sisi lain, perubahan kepemilikan saham juga bisa menjadi momen penting bagi para pemegang saham lama, seperti Karnadi Margaka. Meskipun ia akan kehilangan kendali atas perusahaan, ia tetap menjadi pemegang saham besar dan akan terus berkontribusi dalam pengambilan keputusan strategis.

Selain itu, proses pengambilalihan ini juga akan menjadi contoh bagaimana perusahaan dapat menjalankan rencana bisnis secara profesional dan transparan. Dengan demikian, hal ini dapat menciptakan suasana yang lebih baik bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan di masa depan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan