TMP Kalibata dan Masjid Istiqlal Karya Frederich Silaban

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
TMP Kalibata dan Masjid Istiqlal Karya Frederich Silaban

Sejarah dan Fungsi Taman Makam Pahlawan Kalibata

Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata adalah salah satu tempat yang menjadi ikon bersejarah di Jakarta. Jika melintasi Jalan Raya Kalibata, pengunjung tidak akan melewatkan taman ini yang memiliki makna penting dalam sejarah Indonesia. TMP Kalibata mulai dibangun pada tahun 1953, menggantikan TMP di Ancol yang semakin padat dan tidak mampu menampung jumlah pahlawan yang meninggal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Gerbang utama TMP Kalibata dirancang oleh arsitek Frederich Silaban, yang juga pernah merancang Masjid Istiqlal. TMP Kalibata diresmikan oleh Presiden Sukarno tepat pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 1954. Saat itu, sebanyak 121 kerangka jenazah pahlawan dipindahkan dari TMP Ancol ke lokasi baru ini.

Menurut Asep Kambali, sejarawan sekaligus pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI), pembangunan TMP Kalibata bertujuan untuk menciptakan taman makam yang lebih besar dan megah. "Tujuannya untuk membuat TMP yang lebih besar, yang lebih megah. Dibangun di Kalibata karena memang kondisi di masa itu (area) masih sangat lapang dan kosong," ujarnya.

Dulu, para pahlawan nasional dikuburkan di TMP Ancol. Namun, lahan yang tersedia semakin sedikit. Oleh karena itu, Bung Karno memerintahkan adanya pembangunan TMP baru yang kini dikenal sebagai Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata. "Sekarang di Ancol sudah tidak ada. Banyak pahlawan yang dipindakan ke TMPN Kalibata setelah dibangun pada 1953, dan diresmikan pada 1954 saat Hari Pahlawan," kata Asep.

Makam Pahlawan dan Tokoh Nasional

TMP Kalibata dirancang untuk memakamkan pahlawan nasional, tokoh militer, dan pejabat tinggi negara yang memenuhi kriteria tertentu. Jumlah terbesar di antara mereka adalah para pejuang kemerdekaan RI, dengan lebih dari 7.000 makam. Selain itu, prajurit Kekaisaran Jepang yang membantu perjuangan Indonesia juga turut dimakamkan di sini.

Beberapa tokoh dan pahlawan yang dimakamkan di TMP Kalibata antara lain T.B. Simatupang, Sayuti Melik, A.H. Nasution, Ahmad Yani, John Lie Tjeng Tjoan, Alimin Prawirodirdjo, hingga pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama.

Siapa yang Boleh Dimakamkan di TMP Kalibata?

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, syarat seseorang berhak dimakamkan di TMPN Kalibata sudah diatur. Syarat tersebut diperjelas dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi:

  • Warga negara telah memiliki Gelar Pahlawan Nasional
  • Warga negara telah memiliki Bintang Republik Indonesia
  • Warga negara telah memiliki Bintang Mahaputera
  • Warga negara telah memiliki Bintang Gerilya

Dengan aturan ini, hanya individu yang memenuhi kriteria tertentu yang berhak dimakamkan di TMP Kalibata. Tempat ini menjadi simbol penghargaan bagi para pahlawan dan tokoh nasional yang telah berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan