
Dukungan Masyarakat Adat Papua terhadap Aparat Keamanan
Di Jayapura, dukungan masyarakat terhadap tindakan aparat keamanan dalam menangani kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua semakin kuat. Hal ini tidak hanya datang dari warga biasa, tetapi juga dari lembaga adat yang memiliki peran penting dalam struktur sosial masyarakat Papua.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Lanny Jaya, Tias Urnom Kogoya, menyatakan bahwa lembaga adat selalu menjalin kerja sama erat dengan aparat keamanan di Papua Pegunungan untuk menjaga ketertiban masyarakat. Menurutnya, sinergi antara lembaga adat dan aparat keamanan menjadi penegasan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab pihak berwajib, tetapi juga kewajiban moral seluruh komponen masyarakat.
LMA memainkan peran penting dalam menjaga kohesi sosial di tengah dinamika sosial budaya yang beragam. Bagi masyarakat adat, keamanan merupakan bagian dari keseimbangan hidup. Oleh karena itu, kerja sama dengan aparat menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap warga dapat hidup damai dan fokus pada pembangunan.
Wilayah Papua Pegunungan yang terdiri dari delapan kabupaten memerlukan pendekatan menyeluruh agar stabilitas tetap terjaga di tengah potensi gesekan sosial yang ada. Sebelumnya, pengamanan wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kini terus diperketat. Peningkatan pengamanan itu dilakukan usai aparat menewaskan satu pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Kamis (7/11/2025) malam.
Peningkatan pengamanan merupakan tindak lanjut analisis dan evaluasi situasi keamanan di wilayah tersebut. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Cahyo Sukarnito, mengatakan bahwa peningkatan pengamanan ini adalah tindak lanjut dari analisis dan evaluasi situasi keamanan di wilayah Yahukimo.
Personel gabungan dari Polres Yahukimo, Satuan Brimob, dan Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan patroli intensif serta mendirikan pos pengamanan di sejumlah titik strategis. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi dan mencegah gangguan keamanan yang berpotensi timbul pascaoperasi penegakan hukum.
"Kami akan terus memantau setiap pergerakan mencurigakan guna memastikan stabilitas keamanan wilayah tetap terjaga," ujar Cahyo.
Diketahui, pimpinan KKB yang dilumpuhkan bernama Lipes Sobolim alias Cocor Sobolim yang mengeklaim diri sebagai Komandan Batalyon Semut Merah KKB Kodap Yahukimo. Berdasarkan data analisis dan evaluasi Polda Papua per 23 Oktober 2025, Yahukimo mencatat 22 kejadian menonjol dengan total 34 korban jiwa.
Kondisi keamanan di ibu kota Kabupaten Yahukimo saat ini terpantau aman dan terkendali setelah operasi penegakan hukum dilaksanakan. Sementara itu, anggota KKB Papua bernama Jayainus Pogau alias Supi Pogau juga ditangkap oleh Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Nabire.
Penangkapan berlangsung Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 15.10 WIT di kawasan Pasar Kalibobo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Pogau mengaku sebagai Komandan Batalyon Hetobia Kodap III Nduga di bawah pimpinan Aibon Kogoya.