
Proyek Jalan Tol Getaci Kembali Dikebut
Dalam rangka mempercepat pembangunan jalan tol yang menjadi bagian dari proyek besar Jalan Tol Trans Jawa Selatan, pemerintah pusat telah menegaskan bahwa pembangunan Tol Getaci akan dimulai pada tahun 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2029. Proyek ini kini kembali dikebut dengan fokus pada beberapa segmen utama.
Salah satu segmen utama yang sedang dalam proses penyelesaian adalah ruas Gedebage–Garut Utara (seksi 1) dengan panjang sekitar 45,2 kilometer. Pembebasan lahan dan pembayaran uang ganti rugi (UGR) di wilayah ini sudah mencapai tingkat yang sangat siap dibandingkan dengan segmen lainnya. Di kawasan Garut Utara saja, tercatat sebanyak 2.200 bidang lahan yang berhasil dibebaskan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Getaci II, Muhammad Hidayat Satria Adi, menyatakan bahwa proses pembebasan lahan di wilayah tersebut berjalan cukup cepat. Ia menjelaskan bahwa pihaknya berhasil menyelesaikan proses UGR untuk 355 bidang lahan hanya dalam waktu tiga hari. Hal ini menunjukkan percepatan yang signifikan di lapangan.
"Jumlahnya begitu banyak di 335 bidang. Jadi kita jadwalkan 3 hari atau seratusan bidang tiap harinya," ujar Rahman, Ketua Pengadaan Tanah Proyek Tol Getaci Kabupaten Garut, kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Rencana Pembangunan Segmen Gedebage-Tasikmalaya
Pembangunan proyek jalan Tol Getaci segmen Gedebage-Tasikmalaya akan dibagi menjadi dua seksi:
- Seksi 1: Gedebage – Garut Utara (45,2 km)
- Seksi 2: Garut Utara - Tasikmalaya (50,2 km)
Sebagai informasi, pemerintah saat ini hanya akan membangun jalan Tol Getaci dengan prioritas sampai Tasikmalaya, baru kemudian dilanjut ke Cilacap.
Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta, Selasa 4 November 2025, menegaskan bahwa pada tahun 2026 proses pembebasan lahan dan pembayaran UGR Tol Getaci segmen Gedebaga-Tasikmalaya harus sudah rampung. Saat ini, proses pembebasan lahan dan pembayaran UGR di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut sudah selesai hampir 100 persen. Untuk selanjutnya, hal serupa akan melanjut ke Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.
Daftar Desa Penerima UGR di Tasikmalaya
Berdasarkan data, tercatat ada 32 desa dan kelurahan yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya yang bakal terdampak proyek jalan Tol Getaci. Berikut daftarnya:
Kabupaten Tasikmalaya
- Kecamatan Salawu
- Desa Sukahurip
-
Desa Neglasari
-
Kecamatan Cigalontang
- Desa Kersamaju
- Desa Lengkongjaya
- Desa Nanggerang
- Desa Nangtang
- Desa Pusparaja
- Desa Sirnagalih
- Desa Sukamanah
- Desa Tanjungkarang
-
Desa Tenjonagara
-
Kecamatan Padakembang
-
Desa Cilampunghilir
-
Kecamatan Leuwisari
-
Desa Arjasari
-
Kecamatan Singaparna
- Desa Sukaherang
- Desa Cintaraja
- Desa Cikunir
- Desa Cikadongdong
Kota Tasikmalaya
- Kecamatan Mangkubumi
- Kelurahan Karikil
- Kelurahan Cigantang
-
Kelurahan Sambong Jaya
-
Kecamatan Kawalu
- Kelurahan Gunung Tandala
- Kelurahan Karang Anyar
- Kelurahan Cilamajang
-
Kelurahan Karsamenak
-
Kecamatan Cibeureum
- Kelurahan Ciherang
-
Kelurahan Ciakar
-
Kecamatan Tamansari
- Kelurahan Setia Mulya
- Kelurahan Taman Jaya
- Kelurahan Mulya Sari
- Kelurahan Suka Hurip
- Kelurahan Mugar Sari
- Kelurahan Sumelap
Catatan: Untuk data lengkap daftar nama-nama pemilik lahan yang bakal terdampak Tol Getaci dan menerima UGR, akan mendapat pemberitahuan lebih lanjut dari pihak terkait.